TRIBUN WIKI

Tragedi Pembunuhan Kaisar Rusia Paul I Terjadi Hari Ini Tahun 1801

Hari ini dalam sejarah, 23 Maret 1801, Kaisar Rusia Paul I dibunuh di kamar tidurnya sendiri.

Editor: Eko Setiawan
Tribunnews Wiki
Kaisar Rusia Paul I 

TRIBUNBATAM.id - Hari ini dalam sejarah, 23 Maret 1801, Kaisar Rusia Paul I dibunuh di kamar tidurnya sendiri.

Peristiwa ini terjadi pada Senin malam saat dirinya tengah beristirahat setelah mengadakan pesta makan malam.

Melansir Tribunnews Wiki, Paul I dipukuli dan dicekik sampai mati oleh sekolompok konspirator yang dipimpin oleh Jenderal Leo Bennigsen dan Count von Pahlen.

Paul bertahta mulai 1796 menggantikan ibunya, Ratu Chaterine Agung, yang meninggal setelah berkuasa sejak 1762.

Ketika berkuasa, Paul I melemahkan pengaruh para bangsawan dan membalikkan banyak kebijakan yang sebelumnya dijalankan ibunya.

Karier awal

Paul I lahir di St. Petersburg pada 20 September 1754.

Dia merupakan putra Kaisar Peter III dan dan Ratu Catherine yang Agung.

Sempat ada rumor bahwa Paul adalah hasil perselingkuhan Catherine, meski tidak ada buktinya.

Ketika Paul berumur 8 tahun, ayahnya meninggal dalam sebuah kudeta dan ibunya naik tahta menggantikannya.

Dalam upacara kenaikan tahta, tentara bersumpah pada Catherina dan putranya.

Namun, Catherine tidak ingin dianggap sebagai wali Paul dan ingin berkuasa sepenuhnya.

Hubungan Catherine dan putranya merenggang dan kaisar perempuan itu menjauhkan Paul dari urusan pemerintahan.

Paul memiliki pendidikan baik dan dapat berbicara beberapa bahasa.

Selama masa keemasan Catherine, Paul menghabiskan waktunya dengan berkarier di bidang militer.

Setelah istri pertamanya, Wilhelmina of Darmstadt, meninggal, Paul menikahi putri Jerman bernama Sophia Dorothea dari Wurttemberg.

Mereka kemudian tinggal di Gatchina dan Paul dijauhkan dari St. Petersburg.

Menjadi kaisar

Paul memiliki serorang putra bernama Alexander yang lahir pada 1777.

Ketika Catherina merasa akan meninggal, dia membawa Alexander ke istananya.

Catherine mungkin ingin mengangkat Alexander sebagai penerusnya, bukan Paul.

Namun, ketika Catherina meninggal pada 17 November 1796, Paul berhasil menjadi suksesornya.

Dia membuat tentaranya memakai seragam ala Prussia dan meninjau perkembangan mereka pukul 11.00 setiap hari.

Sayangnya, para perwira tidak menyukai hal ini.

Paul juga membalikkan banyak kebijakan ibunya dan melemahkan pengaruh para bangsawan.

Dia mencoba meringankan beban para hamba yang bekerja di pertanian dengan mengorbankan kepentingan pemilik tanah.

Untuk mencegah pengaruh Revolusi Prancis, Paul melarang rakyatnya bepergian ke luar negeri serta impor buku.

Kebijakan luar negerinya menjadi bencana dan memunculkan ketidakpuasan dari para lawannya.

Dibunuh

Pada Senin malam, 23 Maret 1801, Paul mengadakan pesta makan malam di Istananya.

Sekelompok konspirator dipimpin Jenderal Leo Bennigsen dan Count von Pahlen juga masuk ke istana saat itu.

Mereka berhasil masuk ke kamar Paul dan menemukan sang kaisar.

Paul melawan, kemudian dipukuli dan dicekik sampai mati.

Karena para konspirator membawa dokumen penurunan tahta untuk ditandatangai Paul, mereka mungkin awalnya tidak berniat membunuhnya.

Alexander dianggap mempunyai keterkaitan dengan peristiwa ini.

Dia kemudian menggantikan ayahnya sebagai kaisar.

Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved