Kamis, 23 April 2026

VIRUS CORONA

Perangi Covid-19, India Lockdown Total Selama 21 Hari, Berlakukan Jam Malam

Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan, negaranya memasuki masa lockdown total selama 21 hari untuk memerangi virus corona.

twitter/narendramodi
Perdana Menteri India Narendra Modi saat menyalami tentara India 

Perangi Covid-19, India Lockdown Total Selama 21 Hari, Berlakukan Jam Malam

NEW DELHI, TRIBUN-BATAM.id -- Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan, negaranya memasuki masa lockdown total selama 21 hari untuk memerangi virus corona.

Modi menyatakan, Negeri "Bollywood" bakal memasuki masa karantina massal itu pada Selasa tengah malam waktu setempat (24/3/2020).

Kebijakan yang berdampak pada 1,3 miliar jiwa.

"Mulai pukul 00.00 hari ini, seluruh negara akan ditutup. Lockdown total," tegas Modi dalam tayangan televisi mengomentari kebijakan bagi negara berpopulasi terbesar kedua dunia itu.

"Untuk menyelamatkan India, bangsa ini, setiap warga, Anda, keluarga Anda, setiap jalan, setiap lingkungan akan mendapat kebijakan ketat," tegasnya dikutip AFP.

Follow:

Menyusul pengumuman itu, polisi akan bersiaga dengan jam malam bakal diberlakukan di sejumlah tempat, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Otoritas kesehatan menyatakan, virus corona sudah menyebar dari kota-kota besar ke kawasan yang lebih kecil di Negeri "Bollywood".

Dinas kesehatan di Negara Bagian Maharashtra berujar, kasus baru mulai bermunculan di kota kecil setelah terdeteksi di Mumbai.

"Tren ini jelas mengkhawatirkan. Sebab, kota kecil tidak mempunyai infrastruktur lengkap menghadapi wabah," kata pejabat anonim tersebut.

Benarkah Konsumsi Suplemen Bisa Mencegah Virus Corona? Ini Kata Dokter Medis

Pemerintah negara bagian sudah menerapkan lockdown versi mereka, di mana bus dan kereta dilarang beroperasi, serta mengosongkan jalan raya.

Mengacu kepada pernyataan Modi, sekitar tiga per empat dari 1,3 miliar orang bakal dikarantina Selasa, dengan sisanya menyusul.

Para peneliti kesehatan mengaku khawatir.

Sebab berdasarkan kalkulasi mereka, bakal ada jutaan orang yang terpapar Covid-19 pada pertengahan Mei.

Sekelompok ilmuwan yang berbasis di AS pekan ini menuturkan, angka penularan di India bisa berkembang menjadi 1,3 juta jiwa jika dibiarkan.

Liga 1 2020 - Tunggu Situasi Kondusif, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya Liburkan Pemain

"Bahkan dengan skenario terbaik sekali pun, kemungkinan, Anda masih berada dalam krisis," kata Bhramar Mukherjee, profesor biostatistik dan epidemiologi di Universitas Michigan.

Pada Senin (23/3/2020), polisi di New Delhi berusaha membubarkan massa yang menggelar aksi protes menentang UU Kewarganegaraan yang kontroversial.

Puluhan pengunjuk rasa, kebanyakan perempuan, terus menggelar demonstrasi sejak Desember 2019 di Shaheen Bagh.

Menentang UU yang dianggap mendiskriminasi Muslim.

Remaja di Sagulung Masih Nongkrong dan Berkeliaran, Polisi Minta Orang Tua Berikan Pemahaman

Komisioner Kepolisian Delhi, DC Srivastava mengatakan, anggotanya yang berpakaian lengkap mengelilingi demonstran dan meminta mereka untuk pergi.

"Saat ini lingkungannya sangat berbahaya karena virus corona," tegas Srivastava. India saat ini mengonfirmasi 519 kasus dan 10 kematian.

/

/

//

Sumber: Kompas.com / Penulis Ardi Priyatno Utomo | Editor Ardi Priyatno Utomo

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perangi Virus Corona, India Lockdown Total Selama 21 Hari", https://www.kompas.com/global/read/2020/03/24/224953070/perangi-virus-corona-india-lockdown-total-selama-21-hari?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved