Dampak Covid-19, Pabrik di Magetan Potong Setengah Gaji, Karyawan Demo & Pecahkan Kaca
Gara-gara virus Corona, gaji ribuan karyawan di Magetan Jawa Timur hanya dibayarkan 50 persen.
Dan 3 bulan ke depan gajinya hanya 50 persen.
50 persen itu hanya Rp 900.000,” imbuhnya.
• KLAIM Air Baku Cukup, BP Batam Minta ATB Batalkan Rationing Air
• Viral Video Polisi Berlutut, Kepalanya Dipukul Pakai Kopel hingga Pingsan, Begini Kronologinya
Aksi demo sempat ricuh, dilerai Bupati, pabrik ancam pecat karyawan
Aksi demo yang berjalan sempat ricuh saat sejumlah karyawan melempar botol air mineral.
Sejumlah kaca kantor dan mobil milik perusahaan menjadi sasaran lemparan karyawan yang menggelar aksi demo.
Karyawan juga membakar ban bekas di depan kantor perusahaan.
“Ada yang pecah kaca sama mobil milik kabag produksi,” ucap Siti.

Bupati Magetan, Suprawoto, sempat datang dan memediasi aksi demo karyawan.
Hasil dari kesepakatan antara perusahaan dan karyawan akhirnya karyawan menerima pembayaran gaji 50 persen dan akan dibayar 100 persen seminggu kemudian.
Rencananya pembicaraan antara pihak perusahan dan karyawan akan kembali dilanjutkan di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan.
Sayangnya perusahaan pasca karyawna gelar aksi demo mengancam akan memecat karyawan secara sepihak jika pada hari Kamis tidak masuk kerja.
Aksi anarkis demo karyawan perusahaan pakaian dalam sempat beredar di media sosial.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Pabrik Pakaian Dalam di Magetan Potong Gaji 50 Persen dengan Alasan Corona, Ribuan Karyawan Demo