Selasa, 14 April 2026

BATAM KRISIS AIR

Hujan Buatan di Batam Tunggu Datangnya Awan Cumulonimbus , Begini Penjelasannya

BP Batam saat ini sedang merencanakan rekayasa cuaca untuk menurunkan hujan buatan di wilayah Batam. Namun masih menunggu awan cumulonimbus.

Hujan Buatan di Batam Tunggu Datangnya Awan Cumulonimbus , Begini Penjelasannya 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam Binsar Tambunan mengatakan, BP Batam saat ini sedang merencanakan rekayasa cuaca untuk menurunkan hujan buatan di wilayah Batam.

Jika tidak ada halangan, rekayasa cuaca yang bertujuan mengisi stok air di sejumlah waduk di Batam tersebut akan digelar sekitar April atau Mei mendatang.

"Membantu pasokan air, kita berencana rekayasa cuaca tergantung awan Cumulonimbus. Karena menurut BMKG musim hujan akan terjadi di April hingga Mei," ujarnya di halaman Marketing BP Batam, Kamis (26/3/2020).

Nantinya, BP Batam bakal menggandeng TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Yakni dengan menambah durasi curah hujan di Daerah Tangkapan Air (DTA) di waduk-waduk di Batam.

Modifikasi hujan buatan tidak bisa dilakukan jika tanpa ada awan Cumulonimbus .

"Tapi kata BMKG keberhasilannya di April-Mei ada awan. Dan kita harapkan hujannya lebat dan jatuh di waduk kita," harap Binsar.

 BREAKING NEWS - Hari Ini, BP Batam Umumkan Kemungkinan Rationing Air di Batam

Tak sampai di situ, dalam memaksimalkan semua waduk di Kota Batam tetap dapat menyuplai ketersediaan air baku, BP Batam akan melakukan lelang pengadaan pipa.

Pelelangan yang dilakukan oleh BP Batam ini adalah, pelelangan pipa dari Waduk Tembesi ke Muka Kuning dalam waktu dekat dengan jarak 4 kilometer.

"Waduk Tembesi adalah waduk terdekat dengan Waduk Muka Kuning. Sehingga, nantinya air baku Tembesi dapat disuplai ke Muka kuning," kata Binsar

"Kita ingin masyarakat dapat menggunakan air dengan cukup, namun tentunya dengan hemat dan bijak, sambil kita berdoa Batam segera diguyur hujan kembali," ujarnya.

Ia menuturkan, apabila rencana tersebut berhasil, ketersediaan air baku di waduk-waduk segera naik.

Penerapan rationing atau penggiliran tidak terjadi bagi pelanggan Adhya Tirta Batam (ATB) di Batam.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, kebutuhan air bersih sangat diperlukan semua orang untuk menjaga kebersihan dirinya ataupun lingkungan sekitarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved