VIRUS CORONA

Sempat Ditolak Warga, Jenazah Pasien Covid-19 Akhirnya Dikebumikan, Lokasinya Beda

Kejadian itu membuat pemerintah meminta agar warga berpikir jernih lantaran pemakaman pasien Covid-19 memgikuti standar operation procedur (SOP)

KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T
Warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan melakukan penyemprotan secara mandiri terkait pandemi covid-19. Minggu, (29/3/2020). 

TRIBUNBATAM.id, GOWA - Jenazah pasien PDP Covid-19 yang sempat ditolak warga akhirnya dimakamkan. Namun, pemakaman dilakukan di lokasi yang berbeda.

Sebelumnya, bukan hanya menolak, warga juga sempat mengusir ambulans pengangkut jenazah.

Kejadian itu membuat pemerintah meminta agar warga berpikir jernih lantaran pemakaman pasien Covid-19 memgikuti standar operation procedur (SOP) dari pusat.

Daftar Daerah di Indonesia yang Menerapkan Lockdown Lokal untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

Selama Negara Berstatus Lockdown, Pemerintah Malaysia Sediakan Internet Gratis Untuk Rakyat

Patuhi Keputusan PSSI, Arema FC Bayar Gaji Pemain 25 Persen dari Biasanya

Selain itu, pemerintah akan mengisolasi seluruh keluarga inti pasien yang meninggal serta menanggung seluruh kebutuhan sembako selama empat belas hari.

Diusir Jenazah pasien Covid-19 berinisial AR (52), warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang meninggal pada pukul 02.50 Wita, Minggu (29/3/2020) di ruang isolasi RS Wahidin Sudirohusodo akhirnya dimakamkan warga dengan fasilitas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah informasi dari kerabatnya bahwa jenazah sudah dimakamkan di Pemakaman Umum Sudiang Makassar," kata Camat Sombaopu Agussali saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2020) terkait jenazah warganya yang sempat ditolak warga.

Sebelumnya, jenazah pasien Covid-19 yang rencananya akan dimakamkan di pemakaman Baki Nipanipa, Kecamatan Manggal, Makassar ditolak oleh warga yang bermukim di sekitar pemakaman.

Tak hanya itu, ambulans pengangkut jenazah korban bahkan diusir warga.

"Masyarakat perlu diedukasi bahwa pemakaman memakai SOP Insya Allah tidak apa apa. Mohon agar masyarakat tidak menolak jika ada pemakaman yang meninggal akibat virus ini," kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, yang dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat.

Bupati Gowa menambahkan, penyebaran corona cepat tapi semua bisa tertangani dengan baik jika semua orang mengambil peran untuk memutus mata rantainya.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved