Selasa, 9 Juni 2026

Tukang Gali Kubur Dikejar hingga ke Rumah, Pucat Saat Gali Kuburan Pasien Covid-19

Pemakaman itu akhirnya dilakukan pada pagi buta pukul 03.40 dengan lampu penerangan dari mobil

Tayang:
Kompas.com/ Garry Lotulung
Penggali Kubur Jenazah Covid-19 

TRIBUNBATAM.id, SIDOARJO - Selain petugas medis, sosok yang berjasa dalam membantu penanganan pasien adalah petugas penggali kubur.

Menggunakan prosesi pemakaman khusus, petugas pemakaman atau tukang gali kubur harus mengenakan seragam APD lengkap.

Ternyata, ada juga petugas pemakaman yang takut untuk menguburkan jenazah yang terpapar virus Corona.

Mengutip Tribunnews pada Minggu (29/3/2020), insiden tersebut terjadi di Sidoarjo, pasien yang meninggal dinyatakan positif virus corona.

Namun, alih-alih mendapatkan bantuan mengurus jenazah, pasien Covid-19 yang meninggal tersebut justru kesulitan untuk disemayamkan.

Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin pun membagikan pengalamannya ini dia mengakui sangat sulit untuk memakamkan pasien Covid-19 yang meninggal.

Menurut keterangan pasien tersebut meninggal pada Kamis (26/3/2020) pagi.

Pada saat pasien akan dimakamkan, tukang gali kubur yang tahu akan meggali makam pasien covid-19 yang meninggal, justru memilih kabur.

Dia pulang ke rumah karena ketakutan.

Padahal sesuai SOP jenazah Covid-19 yang meninggal harus segera dimakamkan tak boleh lebih dari 4 jam.

"Lubang makam memang sudah disediakan oleh tiga penggali kubur, pada Kamis dini hari," kata Nur Ahmad.

"Tetapi setelah itu ditinggal karena takut," katanya.

"Saya sampai mengejarnya ke rumahnya," imbuhnya.

"Saya yakinkan, dan saya beri alat pelindung diri," terangnya dikutip dari Kompas.com.

Alhasil, jenazah tersebut pun akhirnya berhasil dimakamkan, setelah Bupati berusaha meyakinkannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved