VIRUS CORONA

Dampak Malaysia Lockdown, Permintaan Ekspor Daging Babi dari Kepri Meningkat 2 Kali Lipat

Dampak Malaysia Lockdown, Permintaan Ekspor Daging Babi dari Kepri Meningkat 2 Kali Lipat

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Ribuan babi akan diekspor ke Singapura oleh PT Indo Tirta Suaka (ITS) melalui pelabuhan Jatty Baru di Pulau Bulan, Kepri, Minggu (29/3/2020). 

TRIBUNBATAM.id,TANJUNGPINANG - Data Kantor Karantina Pertanian Tanjungpinang mencatat, pengiriman ekpor babi dari Pulau Bulan, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (29/3/2020) mencapai 1.635 babi dengan nilai Rp 5,171 Miliar.

Petugas karantina yang bertugas Ervi mengatakan, peningkatan ekspor babi dari Pulau Bulan, Kepri setelah Malaysia melakukan lockdown.

Ia mengungkapkan, sebelum Malaysia melakukan lockdown. Biasanya permintaan per hari rata-rata sebanyak 700 sampai 900 babi.

Permintaan babi untuk dari Provinsi Kepri meningkat hingga dua kali lipat.

"Saat ini mencapai 1.400 bahkan 1.600 babi," ucapnya saat melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan babi yang akan diekspor oleh PT Indo Tirta Suaka (ITS) melalui pelabuhan Jatty Baru di Pulau Bulan, Kepri, Minggu (29/3/2020).

Ervi mengatakan, selama ini Singapura menjadi negara pengimpor untuk kebutuhan daging dari Malaysia dan Indonesia.

Begitu Malaysia menerapkan lockdown akibat Covid-19, permintaan akan kebutuhan daging babi beralih ke Indonesia.

"Setiap kejadian selalu ada hikmahnya. Karantina Pertanian Tanjungpinang akan selalu siap melayani, memberi jaminan kesehatan dan keamanan agar komoditas pertanian kita diterima di pasar dunia," tambahnya.

Pedagang Kelapa Parut di Anambas Gigit Jari

Pedagang kelapa parut di Pasar Ikan Tarempa, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri mengeluhkan pembeli yang sepi akibat Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Danang Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved