VIRUS CORONA DI BATAM
Viral Chat Pasien Covid-19 di Batam, Kadinkes Kepri Jelaskan Kondisi Dokter Spesialis Down
Setelah chat pasien 03 Covid-19 di Batam viral, dokter spesialis paru yang menanganinya dalam kondisi tertekan.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Setelah chat pasien 03 Covid-19 di Batam viral, dokter spesialis paru yang menanganinya dalam kondisi tertekan.
Hal ini diungkapkan Kadis Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana.
Sebelumnya viral penanganan pasien 03 Covid-19 di Batam yang meninggal di RSUD Embung Fatimah.
Menurut Tjetjep, kondisi dokter spesialis yang menangani pasien positif virus Corona tersebut down setelah beredar kabar kurangnya penanganan yang dilakukan tenaga medis hingga meninggal dunia.
Tjetjep menegaskan tenaga tidak mungkin mengabaikan pasien yang saat itu betul-betul membutuhkan penanganan intensif
"Karena segala upaya yang dilakukan sudah semaksimal mungkin. Yang bersangkutan saat ini sedang menenangkan diri dengan tidak masuk ke kantor karena beban yang dirasakannya," ujar Tjetjep dengan nada yang terdengar parau, Kamis (2/4/2020).
• VIRAL Chat Pasien 03 Covid-19 Ngaku Ditelantarkan, Begini Jawaban RSUD Embung Fatimah Batam
Ia menjelaskan, dalam penanganan pasien Covid-19 tenaga medis yang bertugas selalu melakukan pengawasan dan tidak mungkin selalu berada di dalam ruangan isolasi pasien.
Pengawasan berkala selalu dilakukan terhadap dengan pengecekan dari luar ruangan dimana pasien dirawat, dimana pintu ruangan pasien dirawat dipasang kaca untuk mengawasi pasien.
"Tapi waktu seperti ketika pengukuran tensi, suhu dan lainnya dan penanganan pasti bersentuhan dengan pasien tetapi tidak seperti pasien pada umumnya Dan dilakukan pengawasan 3 jam sekali," ujarnya.
Tjetjep mengatakan pihak rumah sakit juga sudah menyediakan alat yang ketika pasien membutuhkan bantuan tenaga medis bisa menekan tombol yang sudah disediakan oleh rumah sakit.
"Mungkin dalam keadaan stres akibat penyakit yang diderita pasien lupa menjalankan alat yang disediakan oleh rumah sakit," ujarnya menyampaikan klarifikasi yang disampaikan tim medis rumah sakit Embung Fatimah.
DPRD Batam Minta Perbaiki Prosedur
Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho meminta Pemko Batam memperbaiki prosedur pemberian informasi terkait covid-19 agar tak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Pasalnya, munculnya informasi dari banyak pintu bisa memicu kecemasan karena berita jadi simpang siur saat sampai ke masyarakat
"Media mengutip berita harusnya mengacu satu pintu. Jangan ada dari sumber A begini pendapatnya dari B begini. Sehingga semua pendapat ditampung," kata Udin dalam rakor penanganan Covid-19, Kamis (4/3/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kadinkes-kepri-tjetjep-yudiana-soal-apd-mendesak.jpg)