VIRUS CORONA DI KARIMUN

Punya Riwayat Pasien Positif Virus Corona, Masih Ada Warga Karimun Enggan Pakai Masker

Berbagai alasan diungkapkan para warga tidak memakai masker tersebut. Ada yang mengaku tidak memiliki masker, ada pula yang merasa terganggu.

TribunBatam.id/Elhadif Putra
Sejumlah pengendara sepeda motor di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri tidak menggunakan masker, Rabu (8/4/2020). 

"Tak ada Masker, Bang," katanya. WHO telah menganjurkan penggunaan masker oleh semua orang di tempat-tempat publik untuk menghindari paparan akan virus corona.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, meminta masyarakat menggunakan masker kain 3 lapis.

Sementara, masker bedah dan masker N95 hanya untuk tenaga medis.

Wali kota Batam, Muhammad Rudi menggantikan rencana kebijakan karantina wilayah dan lockdown dengan wajib memakai masker.

"Kami akan menerapkan tentang wajib penggunaan masker. Pihak TNI dan Polri kita berharap tindak tegas masyarakat yang tak menggunakan masker. Jadi siapa yang tak pakai masker akan ditangkap," ujarnya saat berada di Dataran Engku Puteri

Seruan untuk wajib menggunakan masker itu sayangnya kurang diindahkan oleh sebagian masyarakat Kota Batam.

Rencana Karantina Wilayah Batal

Rencana Walikota Batam, Muhammad Rudi menerapkan sistem karantina wilayah dan lockdown batal dilakukan di Batam.

Rudi akan mengeluarkan surat imbauan aturan memakai masker di Kota Batam.

"Kita akan menerapkan tentang wajib penggunaan masker. Pihak TNI dan Polri kita berharap tindak tegas masyarakat yang tak menggunakan masker. Jadi siapa yang tak pakai masker akan ditangkap," ujarnya saat berada di Dataran Engku Puteri

Diakuinya kebijakan yang akan ia lakukan adalah memperketat pemberlakuan social distancing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sementara lockdown atau karantina wilayah sulit dilakukan.

"Satu sisi saya memikirkan ekonomi, sisi lain maaf, saya memikirkan kebutuhan rakyat saya juga. Satu sisi memikirkan perusahaan juga ini," katanya.

Ia pernah menawarkan langkah lockdown sebelumnya, namun banyak yang menentang.

Dia mengatakan tak ada yang berani berkomentar saat rapat berlangsung.

"Saya pernah nawari, tapi tak ada yang berani kasih komentar di rapat. Kita 20 hari aja selesai. Dengan seizin Menkes, memang betul-betul berhenti semua kegiatan termasuk pelabuhan. Maka 20 hari itu yang kita jaga. Tapi, semua nggak mau," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved