WAKO TANJUNGPINANG SAKIT
Walikota Tanjungpinang Pernah Ikut Rapid Test Covid-19, Kadinkes Ingatkan Pejabat Kepri Rawan
Kadinkes Tanjungpinang mengungkapkan hasil rapid test Covid-19 yang sempat dijalani Walikota Tanjungpinang, H Syahrul beberapa waktu lalu.
Penulis: Endra Kaputra |
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam membenarkan kabar jika saat ini Walikota Tanjungpinang sedang mendapatkan perawatan dan observasi di RSUD Raja Ahmad Tabib.
"Beliau sejak beberapa minggu lalu, beliau memang merasakan adanya beberapa gangguan kesehatan seperti demam dan peningkatan gula darah, " katanya, Sabtu (11/4?2020).
Sebagai bentuk kewaspadaan terhadap Covid-19, telah dilakukan pemeriksaan rapid test terhadap beliau beberapa hari yang lalu.
"Hasilnya menunjukkan negatif (non reaktif)," ujarnya tanpa merinci kapan rapid test itu.
Tidak dirinci jenis rapid test yang dimaksud. Namun dari rangkaian informasi yang dihimpun, rapid test ini hanya pengambilan sampel darah, bukan swab test yang mengambil samper liur dari tenggorokan.
Disampaikannya, pengambilan spesimen untuk swab test juga telah dilakukan untuk pemeriksaan PCR di Kemenkes dan sejauh ini belum ada hasil yang disampaikan.
"Untuk itu, mohon doa dari seluruh teman teman media dan masyarakat Kota Tanjungpinang agar Bapak Walikota dijauhkan dari Covid-19 dan kesehatannya bisa segera pulih kembali," katanya.
Kini Walikota masih dirawat di IGD RSUP Raja Ahmad Tabib. Hasil testnya diperkirakan baru akan keluar, Minggu (12/4) besok.
Selama masa menunggu ini, walikota mendapat perawatan ekstra, sambil mengorek tracking contact dalam 14 hari terakhir.
• Walikota Tanjungpinang Ditangani Laiknya Pasien Positif COVID-19
• Kadinkes Kepri: Walikota Tanjungpinang Jalani Swab Test, Dikirim Siang Ini
• Sebelum Dijemput Tim Medis Pakai APD, Ini Kegiatan Terakhir Walikota Tanjungpinang di Depan Publik
Akhir bulan lalu, Senin (23/3) Kadinkes Kepri Tjetjep Yudiana mengemukakan bahwa pejabat di Kepri sangat rentan terpapar wabah mematikan ini.
Saat itu, sejauh ini belum ada laporan pejabat di lingkungan pemerintah provinsi Kepri yang terpapar.
Tjetjep mengatakan, pejabat rawan tertular sebab selama ini sangat aktif bepergian menggunakan transportasi umum seperti pesawat atau kapal yang sangat tinggi resiko dalam penyebaran virus corona.
Tjetjep menuturkan, untuk mengantisipasi hal ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap pejabat tersebut.
Dan hal itu sesuai arahan Plt Gubernur Kepri Isdianto yang meminta agar semua pejabat kepala daerah, kepala dinas dan pejabat lainnya untuk dilakukan pemeriksaan.
"Jangan sampai justru pejabat yang akan menularkan virus corona itu," ujar Tjetjep lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/30102020_kadis-kesehatan-kota-tanjungpinang-rustam.jpg)