Selasa, 14 April 2026

TRIBUN WIKI

Kenali Gejala Penyakit Abses Otak, Disebabkan Bakteri atau Jamur

Abses otak adalah penyakit serius yang ditandai dengan adanya kumpulan nanah di dalam otak. Penyebab utamanya adalah infeksi jamur maupun bakteri

Kompas.com
Ilustrasi otak 

Mulanya penderita akan merasakan demam atau menggigil dan berhasil reda karena daya tahan tubuh yang stabil, namun akan memberikan kambuhan yang berat.  

Diagnosis

Dokter akan melakukan Tanya jawab seputar keluhan, gejala, dan riwayat penyakit serta kesehatan pasien untuk mendiagnosis abses otak.

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk pemeriksaan saraf (neurologi).

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis dan menentukan penyebab abses otak.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan, yaitu:

- Tes darah, untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi dari kadar dan jumlah sel-sel darah.

- Pemindaian, seperti Rontgen, CT scan, atau MRI, untuk mengetahui lokasi dan ukuran abses otak.

- Lumbal pungsi, untuk mengindentifikasi patogen, termasuk jenis bakteri penyebab abses otak.

- Biopsi, untuk mengidentifikasi perubahan sel dan jaringan yang ada di otak, serta untuk menyetahui patogen penyebab abses otak.

- Pemeriksaan kultur darah, untuk mencari bakteri atau jamur yang menyebabkan abses otak.

- Electroencephalogram (EEG), untuk mengetahui aktivitas kelistrikan pada otak, terutama pada pasien abses otak yang mengalami kejang berulang.

- Jika abses otak dicurigai merupakan penyebaran dari infeksi pada bagian tubuh lain, seperti saluran pernapasan, pemeriksaan kultur dahak bisa dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri atau kuman yang menginfeksi paru-paru.  

Pengobatan

Abses otak merupakan kondisi medis yang serius dan harus ditangani secara cepat .

Pengobatan abses otak akan tergantung ukuran, jumlah, dan jenis bakteri atau kuman patogen yang menyebabkan abses di otak.

Selain itu, pengobatan abses otak juga dilakukan untuk meredakan keluhan dan gejala serta mencegah komplikasi.

Beberapa pilihan pengobatan yang akan dilakukan dokter untuk menangani abses otak adalah:

1. Obat-obatan

Obat-obatan diberikan untuk mengatasi infeksi yang menyebabkan abses otak dan mengurangi keluhan dan gejala yang dialami oleh pasien.

Beberapa jenis obat yang akan diberikan oleh dokter adalah:

- Obat antibiotik atau antijamur, untuk mengatasi infeksi yang menyebabkan abses otak, termasuk untuk mengatasi abses otak yang disebabkan oleh toksoplasmosis.

- Obat diuretik dan steroid, untuk mengurangi tekanan intrakranial dan pembengkakan di otak.

- Obat anti kejang, untuk mengatasi kejang yang bisa terjadi pada abses otak.

2. Operasi

Operasi akan dilakukan bila ukuran abses lebih dari 2 centimeter atau jika abses berisiko untuk pecah dan merusak jaringan otak sekitarnya.

Operasi dilakukan dengan mengangkat abses.

Ada 2 jenis operasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi abses otak, yaitu:

- Simple aspiration

Simple aspiration dilakukan untuk mengeluarkan nanah yang menumpuk.

Tindakan ini biasa dilakukan dengan bantuan CT Scan (Stereotactic Aspiration) untuk memastikan titik abses tersebut.

- Kraniotomi

Prosedur kraniotomi dilakukan untuk mengangkan abses dari jaringan otak.

Pada prosedur ini, dokter akan mengangkat sebagian kecil tulang tengkorak (flap) agar bisa mengakses jaringan otak yang terinfeksi, kemudian dilanjutkan dengan proses pengangkatan abses.

Setelah operasi, pasien akan dirawat inap selama beberapa waktu agar kondisinya dapat terus dipantau. 

Pencegahan

Abses otak adalah penyakit serius, oleh karena itu melakukan pencegahan itu penting.

Cara untuk mencegah abses otak adalah dengan menghindari kondisi yang bisa menyebabkan abses otak.

Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:

- Melakukan pemeriksaan dan pengobatan sampai tuntas jika memiliki penyakit infeksi.

- Menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut, termasuk dengan periksa ke dokter gigi secara rutin.

- Menggunakan alat pengaman, seperti helm atau pelindung kepala, saat bekerja di lingkungan yang berisiko menimbulkan cedera kepala.

- Menjalani gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok, mengonsumsi makanan sehat, serta berolahraga secara rutin.

- Tidak mengonsumsi obat-obatan secara sembarangan.

Sumber: Warta Kota
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved