HUMAN INTEREST
Pekerja Harian di Batam Terdampak Virus Corona, Tak Bisa Bayar Indekos Akibat Dirumahkan
Saat pemerintah menyerukan warganya tetap berada di rumah, Iwan justru kesulitan karena tidak memiliki tempat tinggal yang tetap.
Untuk makan keluarganya Hasan hanya bisa memberikan tahu dan tempe dicincang atau digoreng.
Urusan mengolah lauk pauk ini, sepenuhnya ia percayakan kepada istrinya. Yang di benaknya hanya satu. Bagaimana anak-anak bisa makan dalam satu hari itu.
Ia pernah mengalami kejadian tak mengenakkan. Itu terjadi ketika ada pembagian makanan gratis. Saat itu, Hasan ditolak dengan alasan bukan merupakan driver ojek online.
"Saya datang minta nasi untuk makan tidak dikasih. Katanya hanya untuk ojek online (ojol) saja. Memang ojol saja yang susah, kami lebih susah bang, beli handphone aja tak mampu," keluh Hasan.
Dibalik kesedihannya, Hasan bersyukur bahwa warung soto Medan di depan Lucky Plaza selalu memberikan makanan untuk para ojek pangkalan yang berjumlah enam orang. Hasan juga berharap sembako dari Pemerintah segera diberikan.
"Data-data saja bang, sembako tidak kunjung datang, tolonglah Pemerintah dan orang yang bagi- bagi jangan fokus sama ojol saja, kami ojek pangkalan lebih susah," harap Hasan.
Profesi yang di jalani sudah menjadi mata pencarian keluarga. "Cemana bang, saya coba ngemalar kerja tidak pernah di terima, jangankan saya anak saya yang baru lulus sebelum Covid-19, tak pernah di tes atau di panggil kerja, kalau ada tukang - tukang bangunan kami maulah, tapi kondisi sekarang mau gimana lagi bang," kata Hasan.(TribunBatam.id/Himi Heptana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dampak-virus-corona-ke-pekerja-harian-di-pasar-tos-3000.jpg)