BATAM TERKINI
Warga Belakang Padang Batam Mengeluh, Limbah Minyak Hitam Cemari Laut
Limbah minyak hitam menyebabkan perlengkapan boat pancung menjadi rusak dan kotor. Mereka khawatir, penumpang bisa terpeleset saat naik ke kapal.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Laut di Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Provinsi Kepri tercemar limbah minyak hitam, Jumat (17/4/2020).
Menurut warga di sana, pencemaran laut seperti ini sudah sangat sering terjadi. Namun pelakunya tak pernah terungkap.
"Mau mengadu ke siapa juga tidak tahu. Berbagai upaya telah kami lakukan salah satunya dengan mengadu ke Wakil Wali kota Batam," ujar Ketua Aliansi Pemuda Belakang Padang, Efri kepada TribunBatam.id saat dihubungi.
Darinya, diketahui limbah minyak hitam ini mulai mencemari laut sekira pukul 6 pagi.
Terlihat, minyak hitam menggumpal di sekitar ponton Pelabuhan Kuning sebagai pintu masuk menuju pulau berjuluk Pulau Penawar Rindu ini.
"Dugaannya dibuang saat malam hari. Pencemaran ini sudah kedua kalinya dalam seminggu terakhir," sambung Efri.
Dampak minyak hitam sendiri ikut dirasakan oleh para pengemudi motor sangkut.
Ketua Persatuan Pengemudi Motor Sangkut (PPMS), Rusman Ali mengatakan, minyak hitam menyebabkan perlengkapan boat pancung menjadi rusak dan kotor.
"Tali dan boat jadi kotor dan licin. Kasihan penumpang nanti bisa terpeleset saat naik boat," ujarnya.
Rusman Ali berharap pemerintah segera memperhatikan dan mencari serta menindak tegas siapa pelaku pembuangan limbah selama ini.
Sementara itu, Camat Belakangpadang, Yudi Admadji sangat menyayangkan pencemaran ini kembali terjadi di situasi sulit saat ini.
Situasi di mana masyarakat Batam sedang melawan pandemi Covid-19.
Terkait pencemaran ini, pihak Kecamatan Belakang Padang menurutnya telah mengumpulkan informasi dari masyarakat untuk dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam.
• Total 23 Calon Perwira di Sukabumi, 13 Orang Dipulangkan ke Polda Kepri, Hasil Awal Negatif Corona
• Ramalan Zodiak Sabtu 18 April 2020, Leo Ekstra Hati-hati, Virgo Perhatikan Bawahanmu, Libra Lelah
"Kami berharap pencemaran ini bisa jadi perhatian pihak-pihak untuk mengusut siapa pelaku pencemar laut khususnya di Belakangpadang," tegas Yudi.
Terjadi Juga di Bintan