UNGKAP TAMBANG PASIR ILEGAL DI BATAM

Anggota Polda Kepri Datangi Tambang Pasir Ilegal, Ringkus 6 Orang, Sita Alat Berat dan 2 Unit Mobil

Dari lokasi tambang pasir di Nongsa, sebanyak enam orang juga ditangkap anggota Ditreskrimsus Polda Kepri berikut alat berat dan unit dump truck.

TribunBatam.id/Istimewa
Garis Polisi - Polisi memasang garis polisi pada alat berat di tambang pasir ilegal di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (19/4/2020). TRIBUN BATAM / DOK KEPOLISIAN 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota Ditreskrimsus Polda Kepri menyegel lokasi tambang pasir ilegal di Kaveling Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Lokasi tambang pasir yang disegel pada Minggu (12/4/2020) sekira pukul 8 malam itu persisnya di seberang Perumahan Shymponi Land.

Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, dari lokasi tim mengamankan satu unit alat berat jenis excavator dan dua unit mobil Dum Truck.

"Untuk alat berat kami police line, sementara dua unit mobil Dump Truk dibawa ke Mapolda Kepri," ungkap Wiwit Senin (20/4/2020) sore.

Tak hanya itu, dari lokasi sebanyak enam orang juga ditangkap. Mereka selanjutnya digiring ke Mapolda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, kegiatan ilegal ini ternyata meraup keuntungan besar. Dalam sehari omset mencapai sebesar Rp9 juta. "Ya, informasi sementara itu," tambahnya.

Bukan yang Pertama

Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri menggerebek lokasi tambang pasir ilegal yang berada di daerah Nongsa, Kota Batam, pada Jumat (6/3/2020) malam.

Berikut fakta-fakta penggerebekan lokasi tambang pasir yang dihimpun Tribunbatam.id:

- Pengelola tak bisa menunjukkan dokumen perizinan

Halaman
123
Penulis: Leo Halawa
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved