Jumat, 17 April 2026

VIRUS CORONA DI ITALIA

Diprediksi Segera Berakhir, Italia Diminta Gelar Tes Psikologi Usai Lockdown Akibat Covid-19

Ikut mengambil kebijakan lockdown, para peneliti di Italia meminta serangkaian aksi untuk menaggulangi dampaknya. Seperti menggelar tes psikologi.

(SERGIO PONTORIERI/EPA-EFE)
Antrean pengunjung yang hendak memasuki sebuah supermarket di Milan, Italia, saat lockdown diterapkan. Gambar diambil pada 21 Maret 2020. 

TRIBUNBATAM.id, ITALIA - Ikut mengambil kebijakan lockdown, para peneliti di Italia meminta serangkaian aksi untuk menaggulangi dampaknya.

Seperti menggelar tes psikologi bagi sejumlah warga di Italia setelah mengalami lockdown akibat virus Corona atau Covid-19.

Nantinya hasil tes psikologi tersebut akan dijadikan sampel oleh para peneliti Italia.

Sebabnya, mereka ingin meneliti seberapa lama masyarakat Negeri "Pizza" bisa bertahan di rumah saja selama lockdown untuk mencegah virus Corona.

Berdasarkan laporan Corriere della Sera dikutip AFP Senin (20/4/2020), peneliti ingin memahami seberapa jauh rakyat Italia bertahan dari lockdown selama virus Corona.

Perdana menteri Giuseppe Conte dilaporkan akan mengumumkan paket kebijakan baru panduan sosial, yang mencakup tes psikologi.

Warga Italia Ikuti Anjuran Tetap di Rumah Saja, Sempatkan Bermain Tenis Antargedung

Negeri "Pizza" menjadi negara pertama yang menerapkan karantina wilayah pada awal Maret begitu Covid-19 menerjang. Langkah yang diikuti negara lainnya.

Berpopulasi 60 juta, negara itu melarang penduduknya untuk keluar rumah lebih dari 200 meter tanpa disertai alasan yang jelas.

Selama karantina itu, peneliti khawatir dengan lansia atau kalangan rentan setelah laporan mengenai penyiksaan di rumah tangga merebak.

Pemerintahan Conte memperdebatkan bagaimana mereka bisa membuka kembali ekonomi dan mencabut karantina tanpa ditemukannya vaksin.

Covid-19 itu secara resmi membunuh 23.660 di Italia, jumlah korban terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Sejumlah pakar menyatakan, angka tersebut bisa saja mengalami kenaikan karena ada juga orang meninggal tanpa sempat dites virus Corona.

PM Conte diprediksi akan mengizinkan orang untuk meninggalkan rumah dengan berbagai alasan, setelah lockdown berakhir 4 Mei mendatang.

Ajak Peliharaan Keluar Rumah Saat Lockdwon, Seorang Wanita di Italia Didenda Rp 6,8 Juta

Italia merupakan salah satu negara yang berlakukan lockdown akibat virus Corona atau Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved