Senin, 13 April 2026

APD Buatan Indonesia Laris Manis, Pesanan Datang Dari Sejumlah Negara Dari 4 Benua

Pan Brothers adalah perusahana go public dengan kode saham di bursa PBRX, perusahaan garmen kualitas internasional, juga memproduksi APD.

Editor: Eko Setiawan
Tribunnews.com
Ilustrasi sejumlah pekerja menyelesaikan pesanan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) di Elly Konveksi, Gunter, Tanjungkarang Barat, Minggu (5/4/2020). 

TRIBUNBATAM.id - Alat Pelindung Diri (APD) Buatan Indonesia laris manis ditengah Pandemi Corona.

Pesanan datang dari sejumlah negara di 4 Benua.

Masyarakat dunia tengah sibuk menghadapi pandemi virus Corona 2019 atau Covid-19.

Data sampai Kamis (22/4) pukul 17.30 WIB, penyakit yang berawal dari Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, China, itu telah positif menulari 2,57 juta, dan menewaskan 178 ribu jiwa.

Selingkuh Dengan Istrinya, Pria ini Bacok Sodaranya di Pinggir Jalan Hingga Tewas

Bantu Warga Terdampak Corona, ACT Kepri Buat Operasi Makan Gratis untuk Pekerja Harian di Batam

Pelaku Pembacokan Satu Keluarga Ditangkap, Polisi Masih Dalami Motif Pelaku

Di Indonesia, 7.418 tertular dan mengakibatkan 635 jiwa meninggal dan sembuh 913 pasien. Untuk mencegah dan menanggulangi penularan itu, masyarakat memborong alat pelindung diri (APD) sehingga sampai terjadi kelangkaan, dan akhirnya mengimpor.

Pertanyaannya, apakah kecukupan APD benar masih mencukupi di dalam negeri.

Vice Chief Executive Officer PT Pan Brothers Tbk Anne Patricia Sutanto juga menjabat Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengungkapkan kemampuan perusahaan dalam negeri untuk memasok APD, kualitas dunia.

Merasa Dijadikan Sapi Perah, Pria Ini Habisi Nyawa Istri Sirihnya, Kepala Korban Dipukul Broti

Jelang Ramadan Harga Komoditas Pangan Normal, Jumlah Pembeli Justru Menurun

Pan Brothers adalah perusahana go public dengan kode saham di bursa PBRX, perusahaan garmen kualitas internasional, juga memproduksi APD.

Wawancara eksklusif Anne dengan Warta Kota, Tribun Network disajikan dalam tulisan berikut ini.

Bisnis bidang apa yang selama ini ditekuni Pan Brothers?

Kami memang eksis di garment export untuk outer-wear dan lifestyle. Tapi fokus kami memang untuk ekspor. Untuk perusahaan garmen kami eksis juga di Asia Tenggara dan Asia. Seluruh pabrik kita di audit dan rata-rata sudah ISO (International Organization for Standardization) 9001. Fokus kami saat ini selain untuk garment export,  kami beberapa minggu ini sibuk mengerjakan masker.

Bagaimana cerita awalnya, mengapa Pan Brtohers terjun dan memproduksi masker?

Awalnya, bermula dari kebutuhan masker untuk pekerja kami sendiri. Setelah itu ternyata ada permintaan dari Palang Merah Indonesia (PMI). Lalu kami lewat Asosiasi  Pertekstilan Indonesia (API) sumbang 100 ribu masker sebagai CSR (tanggug jawab social perusahaan) kepada PMI.  

Berangkat dari situ ternyata ada permintaan dari retail kami dibuatkan masker untuk item mereka. Akhirnya awal Maret itu, kami tambah satu divisi khusus di perusahaan kami yakni divisi masker.

Seberapa fokus Pan Brothers dalam memproduksi masker?

Kami awal memang hanya untuk kebutuhan pekerja dan keluarga pekerja kami. Hal itu diharapkan dapat mencegah penularan Covid-19 di perusahaan kami. Namun sejak diproduksi dan memutuskan dipasarkan, kami sudah produksi 10 juta masker yang terdiri dari tiga tipe masker. Masker kami dari kain, yang dapat dicuci.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved