Cerita Haru Pembantu Disiksa Majikan, Dipaksa Makan 50 Cabe Mentah Hingga Disuruh Bunuh Diri
Enam luka sayatan menggunakan cutter karena dipaksa oleh majikannya untuk bunuh diri tampak membekas di pergelangan tangan kirinya.
TRIBUNBATAM.id, SEMARANG - Seorangg pembantu di Semarang trauma setelah disiksa oleh sang majikan.
Majikan memaksa dirinya untuk memakan 60 cabe dan meminum air mendidih.
Tidak sampai disana, pelaku juga memaksa korban untuk bunuh diri dengan menggunakan pisau cutter.
Akibatnya, terlihat sejumlah luka sayatan ditangan korban.
• Kadinkes Batam Ungkap Kronologis Pasien Positif Covid-19 No 023 Batam Hingga Dinyatakan Sembuh
• Pertama Kali Dirayakan di Amerika Serikat Tahun 1970, 22 April Ditetapkan Hari Bumi Internasional
• Rute Karimun-Batam hanya Bisa Lewat Pelabuhan Sekupang, Ini Jadwal Pelayaran Terbaru Akibat Corona
Ekspresi ketakutan dan trauma masih tersirat dalam benak perempuan mungil bernama Ika Musriati (20) saat ditemui Kompas.com di rumahnya di daerah Mlatiharjo Timur, Citarum Semarang.
Enam luka sayatan menggunakan cutter karena dipaksa oleh majikannya untuk bunuh diri tampak membekas di pergelangan tangan kirinya.
Nampak luka lebam di wajah dan babak belur di seluruh tubuhnya harus ia rasakan lantaran kerap kali mendapat pukulan, tendangan dan siraman air panas dari majikan.
Saat kelaparan, ia hanya diberikan makanan yang sudah tak layak seperti nasi basi tanpa lauk pauk.
Ika mengaku telah dianiaya oleh pasangan suami istri di daerah perumahan Semarang Barat.
• Turun 8 Persen, Kapolresta Barelang Sebut Angka Kriminalitas Cenderung Menurun, Sebut Dampak Corona
• Game Fortnite Sudah bisa Didownload dari Play Store untuk Android, Berikut Spesifikasi Minimumnya
Ika bercerita, selama dia bekerja sejak bulan Agustus tahun lalu, penganiayaan dari majikannya itu harus ia terima setiap hari tak ada habisnya.
Bahkan, dirinya harus menerima ancaman pembunuhan dari majikannya jika tidak menuruti perintah.
Derita yang dialaminya tak sebanding dengan gaji yang dijanjikan majikan hanya sejumlah Rp 1,6 juta per bulan.
Itupun baru diberikan penuh di satu bulan pertama.
Karena tak tahan dengan peringai majikannya, dia sempat berniat kabur dan minta pertolongan tetangga sekitar, namun tidak ada yang peduli.
"Dua bulan awal bekerja majikan masih berlaku baik. Sudah mulai betah, tapi di bulan ketiga mulai berlaku kasar dan mulai disiksa. Setiap hari saya disiksa oleh majikan saya. Pernah akan kabur dan minta tolong tetangga tapi enggak peduli," jelas Ika saat ditemui Kompas.com, Selasa (21/4/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/luka-sayata-art1.jpg)