Kamis, 16 April 2026

VIRUS CORONA

Profesor di Sumsel Klaim Temukan Obat Corona, Tak Lebih dari 5 Hari Pasien Covid-19 Sembuh!

Seorang Profesor di Sumatera Selatan mengaku menemukan obat virus corona yang mampu mengobati pasien covid-19

fernando zhiminaicela/Pixabay
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNBATAM.id, SUMSEL - Seorang Profesor di Sumatera Selatan mengaku menemukan obat virus corona yang mampu mengobati pasien covid-19.

Dihadapan Gubernur Sumsel, Herman Deru, Prof Dr Ir H Faisal Rizal M Kes  mempresentasikan hasil temuannya.

Prof Dr Ir H Faisal Rizal M Kes mengatakan bahwa antivirus yang ia temukan tersebut berupa produk gula yang menggunakan light technology.

Gula tersebut menurut Prof Dr Ir H Faisal Rizal M Kes  mampu memecah protein menjadi asam amino, sehingga bisa mempercepat pencegahan dan pengobatan Covid-19.

Bahkan, Prof Dr Ir H Faisal Rizal M Kes  mengatakan, antivirus temuannya tersebut sudah menunjukkan bukti keberhasilan saat dikonsumsi oleh orang yang positif Covid-19.

"Tingkat keberhasilannya sudah ada.

Datanya kita dapat dari beberapa rumah sakit di luar Sumsel.

Ada beberapa pasien yang sembuh.

Proses penyembuhannya biasanya tidak lebih dari 5 hari," kata Prof Dr Ir H Faisal Rizal M Kes dalam keterangan yang disampaikan Pemprov Sumsel, Selasa (21/4/2020).

Seperti diketahui, berbagai ahli di seluruh dunia saat ini tengah berlomba untuk mencari obat virus corona yang terus menyebar.

Saat ini,  ada puluhan calon obat Covid-19 yang tengah diujicobakan di seluruh dunia.

Profesor Faisal Rizal (dua kiri) yang mengklaim menemukan antivirus Covid-19 saat memberikan paparan kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Selasa (21/4/2020).
Profesor Faisal Rizal (dua kiri) yang mengklaim menemukan antivirus Covid-19 saat memberikan paparan kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Selasa (21/4/2020). (HO/PEMPROV SUMSEL)

Menurut Prof Dr Ir H Faisal Rizal M Kes , virus corona akan cepat menyebar dan membelah diri jika pasien tersebut diberi protein.

Adapun, fungsi antivirus tersebut untuk memecah protein dalam tubuh, sehingga tehindar dari Covid-19.

"Jadi protein digunakan Covid-19 untuk membelah atau memperbanyak turunannya dan glukosa adalah energinya.

Dampaknya, kita memiliki imunitas yang kuat.

Tidak ada dampak buruk yang dihasilkan," kata Prof Dr Ir H Faisal Rizal M Kes.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved