Rabu, 29 April 2026

TRIBUN WIKI

MENGENAL Masjid Agung Demak, Satu di Antara Masjid Tertua di Indonesia

Masjid ini terletak di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

BPAD DIY
Masjid Agung Demak 

TRIBUNBATAM.id, DEMAK-  Apakah Anda mengenal Masjid Agung Demak?

Masjid Agung Demak adalah satu di antara masjid tertua yang ada di Indonesia.

Masjid ini terletak di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. 

Shalat Tarawih Pertama di Masjid Anambas, Saf Banyak yang Kosong, Jemaah Bawa Sajadah Sendiri

Ditutup Selama Pandemi Covid-19, Simak Sejarah Masjid Agung Batam, Dirancang Arsitek Tersohor

Sejarah

Masjid Agung Demak berkaitan erat dengan keberadaan Kerajaan Demak yang muncul pada akhir kejayaan Kerajaan Majapahit.

Raja pertama kerajaan tersebut adalah Raden Patah yang diangkat oleh wali songo.

Disamping sebagai pusat pemerintahan, Demak sekaligus menjadi pusat penyebaran agama Islam di pulau Jawa.

Bukti peninggalan sejarah yang masih berdiri dengan kokoh sampai sekarang yaitu Masjid Agung Demak.

Berita-berita tahun pembangunan masjid Agung Demak dapat dikaitkan dengan pengangkatan Raden Patah sebagai Adipati Demak pada tahun 1462 dan pengangkatannya sebagai sultan Demak Bintara tahun 1478 M.

 

Kala itu Majapahit jatuh di tangan Prabu Girindrawardhana dari Kediri.

Khafid Kasri menyebutkan bahwa Raden Patah menangguhkan penyerangan yang kedua dan melanjutkan mendirikan masjid Kadipaten Demak bersama para walisongo yang sudah dimulai pada tahun 1477 M/ 1399 S.

Dikabarkan bahwa Raden Patah menyesali kekhilafannya karena terburu hawa nafsu mengadakan penyerangan kepada pasukan Girindrawadhana tanpa mengukur kekuatan pasukan musuh terlebih dahulu.

Akibatnya banyak korban yang gugur di pihak pasukan Bintaro.

Masjid Agung Demak 2
Masjid Agung Demak

Setelah penyerangan tersebut, para wali menyarankan Raden Patah untuk melanjutkan pembangunan masjid Agung Kadipaten yang belum selesai sambil menjajagi kekuatan musuh.

Raden Patah menerima saran tersebut kemudian melanjutkan pembangunan masjid Kadipaten Demak dan menunda merebut tahta Majapahit yang dikuasai Prabu Girindrawardana, tetapi dengan syarat mustaka masjid yang akan dibuat nanti bentuknya runcing mirip angka satu arab (ahad).

Persyaratan itu sebagai lambang kejantanan bahwa Demak berani menghadapi pasukan Majapahit.

Wanita Pelakor Ditelanjangi dan Diinjak-injak Istri Sah, Sang Suami Justru Mati-matian Membela

China: Ini Bukan Saatnya untuk Saling Tuding

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved