TRIBUN WIKI
Mengenal Pagafogia, Ketagihan Mengunyah Es Batu, Bisa Bikin Kita Dehidrasi
Dalam istilah medis, kebiasaan terlalu sering mengunyah es batu maupun mengonsumsi es disebut pagofagia.
Anemia defisiensi besi
Peneliti mengaitkan hubungan antara anemia defisiensi besi dan ketagihan es, tetapi alasan yang mendasari tetap tidak jelas.
Menurut penelitian, sekitar 4 persen peserta tanpa anemia defisiensi besi mengunyah es secara kompulsif atau sering untuk mengatasi kecemasan.
Sementara 56 persen dari mereka menderita anemia.
Penderita anemia memiliki kadar sel darah merah rendah.
Peran sel darah merah penting untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Pada orang dengan anemia defisiensi besi, kekurangan zat besi bertanggung jawab atas rendahnya tingkat sel-sel darah merah ini.
Penderita anemia mengalami kelelahan, kulit pucat, pusing, palpitasi jantung, dan sesak napas.
Selain itu, mereka juga mengalami nyeri dada, lidah bengkak, tangan, kaki, atau keduanya yang dingin.
Satu studi yang mengamati orang dengan anemia defisiensi besi menemukan bahwa 13 dari 81 partisipan memiliki gejala pagophagia.
Mereka mengonsumsi suplemen zat besi untuk menghilangkan keinginan mengidam es batu.
Penelitian lain menunjukkan bahwa suplemen zat besi juga dapat meredakan gejala pica lainnya.
Satu teori tentang hubungan antara anemia dan pagophagia adalah mengunyah es membuat penderita anemia defisiensi besi merasa lebih waspada.
Studi tahun 2014, orang-orang anemia defisiensi besi yang mengunyah es bekerja lebih baik saat tes perhatian dan waktu respon.
Para peneliti mengatakan bahwa kedinginan bisa meningkatkan aliran darah ke otak, menyempitkan pembuluh darah, dan mengaktifkan sistem saraf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/es-batu_20170630_091512.jpg)