2.000 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Pidie Jaya, BNPB Catat 437 Kali Bencana Hidrometeorologi
Seperti banjir yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (28/04/2020) lalu. Bencana ini mengakibatkan 2.000 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
TRIBUNBATAM.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mencatat bencana hidrometeorologi (banjir) masih melanda beberapa wilayah Indonesia hingga akhir April 2020.
Banjir dan longsor terjadi di beberapa titik wilayah Aceh, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan DKI Jakarta.
Seperti banjir yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (28/04/2020) lalu.
Bencana ini mengakibatkan 2.000 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu faktor pemicu banjir yang merendam rumah dan fasilitas umum lain.
• Yuni Shara Nekat Potong Rambut di Rumah Akibat Pandemi Corona, Penampilan Terbaru Banjir Pujian
Meskipun berangsur surut, tinggi muka air masih berada pada 50 centimeter pada, Rabu (29/04/2020) pagi.
Bencana yang sama terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Genangan yang merendam 294 hektare sawah teridentifikasi di Desa Bojong, Kecamatan Kayuwangetan.
Meski terdampak banjir, warga tetap bertahan di rumah masing-masing.
Tak ada korban jiwa akibat bencana ini.
Masih di wilayah Kabupaten Cilacap, tanah longsor terjadi di Desa Dondong, Kecamatan Kasugihan.
BPBD setempat melaporkan panjang longsoran mencapai delapan meter.
• Diguyur Hujan, Sejumlah Makam di Sei Temiang Batam Terendam Banjir
Longsor ini terjadi di wilayah dengan kemiringan tebing 35 derajat.
Tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.
Di samping longsor, retakan tanah terjadi di Kabupaten Cilacap, tepatnya Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/gubernur-dki-jakarta-anies-baswedan-soal-banjir-jakarta.jpg)