Breaking News:

VIRUS CORONA DI KEPRI

Layanan Drive Thru Screening Rapid Test Dikeluhkan Warga, Ini Penjelasan Direktur RS Bhayangkara

Kedepannya proses pendaftaran akan dikembalikan dimana masyarakat hanya perlu membawa fotokopi KTP dan meninggalkan nomor handphone.

Penulis: | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Alamudin Hamapu
Layanan Drive Thru Screening Rapid Test di RS Bhayangkara Polda Kepri, Rabu (29/4/2020). Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, dr Novita menjelaskan keluhan warga terkait pendaftaran dalam mendapat layanan gratis ini. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Layanan Drive Thru Rapid Test di RS Bhayangkara Polda Kepri menjadi sorotan. Itu setelah warga mengeluhkan pendaftaran untuk bisa mendapat layanan secara gratis ini.

Warga yang diketahui sudah mengantre, terpaksa harus kecewa. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, dr Novita memohon maaf atas pelayanan yang kurang mengenakkan bagi masyarakat Provinsi Kepri itu.

Ia mengakui, pada hari pertama pelaksanaan Drive Thru Screening Rapid Test ini, masih banyak kekurangan dan kewalahan dari sisi pelayanan.

"Untuk di awal sebenarnya kami lakukan pendaftaran lewat WhatsApp untuk meminimalisir penumpukan orang di RS," ujarnya, Rabu (29/4/2020).

Kepala rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri itu mengatakan, kedepannya proses pendaftaran akan dikembalikan seperti semula dimana masyarakat yang datang hanya perlu membawa fotokopi KTP dan meninggalkan nomor handphone.

Novita mengatakakan dengan adanya rapidtes tes atau tes cepat secara cepat masyarakat sangat berantusias terhadap hal tersebut.

"Tadi antrean ada yang sudah daftar via WA dan ada yang datang langsung. Sehingga nantinya untuk kedepannya kami tidak akan memberlakukan pendaftaran via WA lagi," ungkapnya.

Novita menegaskan, pihak akan melayani setiap masyarakat yang datang RS Bhayangkara Polda Kepri untuk melakukan rapid test baik itu menggunakan kendaraan roda empat, roda dua hingga berjalan kaki.

"Nantinya bila yang tidak bisa menunggu hasil, maka akan dihubungi oleh tim untuk informasi apakah ia reaktif rapid test. Tetapi jika tidak dihubungi, dalam satu hari maka ia non reaktif rapid test," sebut dr Novita.

Novi juga mengatakan jika banyak kekurangan pada pelayanan pada hari pertama ia mengatakan bahwa pihaknya akan menjadikan hal itu sebagai pembenahan pelayan kedepannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved