Senin, 20 April 2026

RAMADHAN 2020

Alhamdulillah! Masjidil Haram Bisa Dipakai Thawaf dan I'tiqaf Ramadhan. Umrah dan Haji Bagaimana?

Sejauh ini juga, belum ada kabar apakah pernyataan imam Sudais ini juga isyarat bahwa ibadah haji di akhir Juli 2020 mendatang, sudah bisa digelar.

Alhamdulillah! Masjidil Haram Bisa Dipakai Thawaf dan I'tiqaf Ramadhan. Umrah dan Haji Bagaimana? - solat_tarwih_mekkah_masjidil_haram.jpg
dok_instagram
Jamaah_tarwih_Masjidil_Haram_Mekkah di hari pertama Ramadhan 1441 Hijriyah, Jumat (24/4/2020), pasca 2 bulan penutupan Kabah, karena wabah Corona.
Alhamdulillah! Masjidil Haram Bisa Dipakai Thawaf dan I'tiqaf Ramadhan. Umrah dan Haji Bagaimana? - imam_sudais_covid-19.jpg
instagram_sudais
Ketua Presidium Imam Masjidil Haram, Sheikh Abdulrahman Sudais (61)

Jumlah pasien meninggal 2020 dari 209 negara dunia adalah 208,292 orang dan pasien sembuh mendekati angka 900 ribu pasien. 

Pekan lalu, Reuters menulis, rekomendasi Raja Arab keluar saat Arab angka kasus positif Corona di Arab Saudi, berada dalam daftar 23 pandemi global Corona Virus Disease (Covid-19) di bulan kempat.

Per Kamis (23/4/2020) hari ini. Arab Saudi mencatat tambahan 1141 kasus baru, dan kini tercatat 12,772 kasus dengan total jenazah 114 orang.

Kantor Berita Saudi, mengutip juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammed Al-Abdulaali, sekitar 82 persen dari kasus baru bukanlah warga Arab Saudi.

Sejak ditutup total untuk ibadah akhir Februari lalu, Mekkah dan Madinah tercatat 10.846 orang dalam pemantauan dan 1812 pasien sembuh.

Otoritas setempat sudah menggelar tes swab+PCR di laboratorium COVID-19 kepada 210 ribu warga.

Test massif ini terus berlangsung hingga ditarget 1 juta orang akhir Mei mendatang.

Jamaah_tarwih_Masjidil_Haram_Mekkah di hari pertama Ramadhan 1441 Hijriyah, Jumat (24/4/2020), pasca 2 bulan penutupan Kabah, karena wabah Corona.
Jamaah_tarwih_Masjidil_Haram_Mekkah di hari pertama Ramadhan 1441 Hijriyah, Jumat (24/4/2020), pasca 2 bulan penutupan Kabah, karena wabah Corona. (dok_instagram)

 Rilis  itu hanya berselang sehari pasca-Khadimul Haramaian (pelayan dua masjid utama di Tanah Haram; Masjidil Haram dan Masjid Nabawi), Raja Salman bin Abdul Aziz Assaud (84 tahun), memberi izin terbatas pelaksanaan Salat Tarawih Ramadhan 1441 Hijriyah,  Selasa (22/4/2020), Rabu (22/4/2020) lalu.

Bukan untuk umum, izin rangkaian ibadah khas Ramadhan itu hanya diberikan kepada para imam, takmir masjid, dan para pekerja di dua kawasan masjid paling suci Umat Islam tersebut.

Untuk mengawasi ibadah tarwih yang digelar usai shalat isya ini, Saudi Gazette melansir disiagakan sekitar 1000 jazus dan polisi sipil Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Bukan 20 atau 36 rakaat, Raja Arab hanya memberikan izin masing-masing 10 rakaat atau hamzaah taslimaat (lima kali salam).

Sekadar diketahui tradisi tarawih di Masjidil Haram selama ini adalah 20 rakaat (10 taslimat). 

Sedangkan di Masjid Nabawi, rangkaian salat sunnah dua rakaat - dua rakaat usai salat jamaah Isya, lebih banyak; 36 rakaat.

Kala itu, Syekh Abdul Rahman Al-Sudais seperti diansir AsSauudiyah, mengibaratkan izin dari raja ini sebagai mata air di padang pasir.

Selama hampir 60 hari, sejak awal Maret 2020, Raja Arab mengumumkan penutupan dua masjid utama untuk ibadah umrah dan aktivitas shalat lima waktu. 

Mihrab_Solat_Imam_Masjidil Haram di Mekkah, yang disiakan untuk ibadah shalat tarwih selama Ramadhan 1441 Hijriyah. Awal Ramdhan di Arab Saudi, hampir bersamaan di Indonesia, Kamis (23/4/2020) malam ini.
Mihrab_Solat_Imam_Masjidil Haram di Mekkah, yang disiakan untuk ibadah shalat tarwih selama Ramadhan 1441 Hijriyah. Awal Ramdhan di Arab Saudi, hampir bersamaan di Indonesia, Kamis (23/4/2020) malam ini. (dok_isntagram)
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved