Kamis, 4 Juni 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah, Warga Mulai Datangi Pusat Perbelanjaan di Batam

Sejumlah warga Batam terpantau mulai mendatangi pusat perbelanjaan. Beberapa gerai yang sebelumnya ditutup akibat pandemi Covid-19, kini mulai dibuka.

Tayang:
TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
Suasana atrium DC Mall, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (3/5/2020). Aktivitas di pusat perbelanjaan ini mulai tampak ramai oleh pengunjung. Sebelumnya, jumlah pasien virus Corona yang sembuh di Batam mencapai 50 persen. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Aktivitas pusat perbelanjaan di Kota Batam, Provinsi Kepri mulai didatangi pengunjung. Sejak pandemi Covid-19, aktivitas di pusat perbelanjaan seperti di kawasan Nagoya tampak sepi.

Beberapa gerai bahkan memilih menutup sementara lokasi usahanya. Suasana ramai tampak di kawasan DC Mall, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Mal yang banyak menyediakan toko elektronik dan busana muslim ini dipadati oleh para pengunjung yang tengah asyik berbelanja.

Eva misalnya. Ia mengaku, setelah sebulan mengurangi aktivitas dan berdiam diri di rumah saja, baru kali ini ia keluar rumah bersama keluarganya mengunjungi pusat perbelanjaan.

"Sudah lebih kurang satu bulan. Kalau pun keluar cuma buat ke pasar saja. Baru hari ini kami jalan-jalan cukup jauh dari rumah, karena mau beli baju lebaran," ujarnya, Minggu, (3/5/2020).

Perempuan yang berdomisili di Batuaji ini, mengaku bosan selama menjalankan kerja dari rumah. Niat bersama keluarga untuk keluar, terpaksa diurungkan akibat pandemi Covid-19.

"Kalau yang namanya suntuk itu pasti ya, semua orang juga pasti suntuk kalau cuma di rumah aja," sebutnya.

Ditanya tentang perasaannya terkait wabah Covid-19, Eva mengaku masih khawatir.

Rasa was-was itu jugalah yang membuatnya mengurangi aktivitas di luar rumah. Kegiatan berbelanja di pasar juga ia kurangi, dan lebih memilih memborong sembako sekali berbelanja.

"Tapi Alhamdulillah, di berita saya lihat banyak yang sembuh. Saya hanya berharap wabah ini cepat berakhir," tambah Eva.

Tidak hanya di DC Mall, pantauan TribunBatam.id di pusat perbelanjaan di kawasan Nagoya, beberapa tenant mal mulai membuka kembali tokonya.

Pasien Sembuh Corona di Batam Capai 50 Persen

Penerapan physical distancing hingga Minggu (3/5/2020) mampu menekan kasus baru Corona di Batam.

Periode 17 April hingga 3 Mei 2020 pagi, hanya terdapat penambahan 1 kasus baru Covid-19.

Artinya data corona di Batam dapat ditekan dan terus melandai karena tidak ada penambahan kasus baru.

Saat ini jumlah kasus corona di Batam mencapai 30 kasus.

Abaikan Pembatasan Jarak saat Pandemi Corona, 3 Sopir Angkot Dibawa ke Mapolsek Batuaji

Istana Nurul Iman Brunei Darussalam Terbesar di Dunia, Miliki 1.788 Kamar, Garasi Tampung 110 Mobil

Jumlah ini menyebar di beberapa kecamatan di Batam, dengan sebaran di kecamatan Batam Kota paling banyak.

Yang menggembirakan yakni adanya lonjakan pasien sembuh.

Sehingga total pasien sembuh di Batam menjadi 15 atau lebih dari 50 persen kasus meninggal.

Sedangkan jumlah kasus meninggal sebanyak 5 orang.

Dengan demikian, kasus Covid-19 di Batam yang dirawat tinggal 10 orang.

Tidak adanya kasus baru menandakan Corona di Batam makin terkendali.

“Mudah-mudahan Allah mengizinkan, sampai Ramadhan selesai Covid ini juga selesai dan tidak ada penambahan. Supaya saat Syawal nanti betul-betul menjadi hari kemenangan buat kita semua. Saya bersama Forkopimda ingin beri ketegasan. Waktu kita tinggal 3 minggu. Kalau ini selesai, maka tugas kita akan turunkan, tak perlu tiap malam turun lagi,” ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

Terkendalinya jumlah Corona di Batam juga merupakan hasil dari semakin meningkatnya kesadaran warga mengenakan masker.

Kampanye penggunaan masker gencar dilakukan, termasuk di Pasar pagi Tos 3000, Minggu (3/5/2020) pagi.

Kesadaran masyarakat Kota Batam terkait memutus penyebaran Covid-19 sudah mulai tinggi.

Nyatanya terlihat dari para pedagang, pembeli, security dan tukang parkir menggunakan masker, hanya ada satu dan dua orang yang tidak selalu menggunakan masker. Namun satu dan dua orang tersebut membawa masker hanya saja di kaitkan di dagunya.

Pada saat kondisi selesai hujan, kondisi Pasar yang becek masih saja ramai dengan pedagang dan pembeli.

Dari banyaknya yang berada di Pasar TOS 3000, ada satu orang ibu-ibu yang di teriak in oleh pedagang untuk memakai masker.

Selain diteriakin oleh pedagang ada juga security mengingatkan melalui pengeras suara agar selalu memakai masker.

Dalam Pasar TOS 3000 ada umbul-umbul atau spanduk yang didalam tulisnya menghimbau untuk selalu memakai masker dan di Pasar TOS 3000 merupakan wajib penggunaan masker.

Meskipun masyarakat sudah memakai masker, dari masker kain, masker N 95 dan masker gas atau masker corong. Dalam kondisi pasar yang sempit dan padat pembeli tidak bisa melakukan sosial distancing. (TribunBatam.id/Himi Heptana)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved