POLEMIK SEMBAKO MURAH DI TANJUNGPINANG
Hampir Dua Jam Anggota Unit Tipikor Polres Tanjungpinang di Kantor Disperindagin, Sebut Cek Data
Kedatangan dua perseonel Polres Tanjungpinang itu terkait dugaan mark up harga sejumlah komponen paket sembako murah yang dilaksanakan dinas tersebut.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
Penyidik Kejari Tanjungpinang juga menemukan bukti hasil pengecekan di Pasar Raya Mahligai di jalan Ir. Sutami.
• Cara Ajarkan Sopan Santun Pada Anak Sejak Usia Dini, Orangtua Harus Jadi Contoh yang Baik
• VIDEO - Aksi Sosial Saat PSBB, Warga Bagikan Sembako Gratis di Pagar Rumah
"Sudah kami cek sendiri, ternyata memang item untuk paket sembako murah kegiatan Pemko Tanjungpinang itu kemahalan," Kata Kasi Intelijen Rizky Rahmatullah, Selasa (5/5/2020).
Pengecekan itu pun diperlihatkan dalam struk belanja sesuai item-item paket sembako murah tersebut.
"Ini sudah ada struk harganya, sesuai dengan item dan merk barangnya. Dari sini terlihat, harga yang dibeli Pemko Tanjungpinang memang kemahalan," ucapnya.
Untuk itu, penyidik Kejari Tanjungpinang sedang mempelajari hal tersebut.
"Dari bukti struk harga ini akan kita pelajari lagi, mengapa bisa kemahalan sembako yang dibeli dari pada harga di swalayan," ujarnya.
Sorotan akan paket sembako murah Pemko Tanjungpinang itu, sebelumnya mendapat perhatian dari anggota DPRD Tanjungpinang, Reni.
Ia menilai harga sembako yang dibeli Pemko Tanjungpinang senilai Rp 123 ribu tidak masuk akal.
"Katanya kan Pemko beli sembako per paket itu Rp 123 ribu, disubsidi Rp 63 ribu, dan masyarakat beli jadinya hanya Rp 60 ribu. Itu saya rasa kemahalan," ujarnya, Senin (4/5) malam.
Kejanggalan itu saat Reni mengecek kembali merek sembako yang dijual ke swalayan di Tanjungpinang.
"Tadi saya cek, harganya gak semahal Pemko beli. Totalnya saya cek hanya Rp 98.800. Jadi ada selisih Rp 24.500 per paket," sebutnya.
Menurutnya, setiap pembelian dalam jumlah yang sangat banyak. Baik penjual sembako pastinya memberikan diskon harga.
"Jadi pertanyaan yang muncul. Beli dimana Pemko, kok bisa mahal kali harganya," ujarnya.
Ia pun menjumlahkan, bila per paket sembako selisih Rp 24.500 tersebut dikalikan dengan jumlah paket sembako murah yang dijual. Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota seharusnya mendapat penghematan sebesar Rp 311.052.000
"Jadi bisa hemat ratusan juta Rupiah kalau Pemko belinya di swalayan saja. Kami minta dinas terkait jelaskan secara rinci soal angka itu. Jangan sampai kecurigaan ini semakin meluas. Jangan ada juga oknum yang melakukan pelanggaran hukum," sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kanit-tipikor-polres-tanjungpinang-ipda-jeriko.jpg)