Breaking News:

OPINI

Anomali Millennial Itu Bernama Didi Kempot

Anomali adalah ruang kosong yang disisakan oleh mekanisme alam. Anomali teragung dalam sejarah manusia adalah kelahiran Nabi Isa.

ISTIMEWA
Rossi Kompas TV bersama Didi Kempot 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM -- Penyanyi sekaligus seniman pencipta lagu, Didi Kempot (1966-2020), meninggal dunia di RS Kasih Ibu Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2020) pagi.

Kepergian seniman berjuluk The Godfather of Broken Heart" (Bapak Patah Hati Nasional) ini membuat fansnya, Sobat Ambyar,  patah hati dalam arti sesungguhnya.

Dionisius Prasetyo, nama lengkap sang legenda campur sari ini, akan dikenang dengan lebih 700 lagu ciptaanya.

Meski sebagian besar lagunya menggunakan bahasa Jawa, namun spektrum penggemarnya meNusantara, bahkan hingga luar negeri.

Berikut ini tulisan Saprillah Syahrir Al-Bayqunie, seorang Gusdurian, yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Agama di Makassar ini dimuat di blognya Pepi Al-Bayqunie;  dengan judul Anomali Itu Bernama Didi Kempot, Rabu (6/5/2020);

saprillah_syahrir_albaequniy
saprillah_syahrir_albaequniy (dok_pribadi)

APA yang membuat Didi Kempot tiba-tiba menjadi idola baru di kalangan anak-anak milenial?

Berbagai jawaban boleh disebutkan. Tetapi saya senang menggunakan teori anomali.

Yang akrab dengan teori anomali mungkin mengernyitkan dahi. Dalam ilmu sosiologi, teori anomali digunakan sebagai perspektif untuk melihat ‘penyimpangan’. Anomali lebih dekat ilmu patologi sosial. Anomali adalah penyimpangan dari kenormalan. Untuk mengendalikannya, perlu tindakan sosial agar si anomali kembali ke pangkuan normalitas.

Apakah popularitas Didi Kempot ini adalah penyimpangan? Tidak!

Saya menggunakan teori ini dengan cara lain. Anomali adalah refleksi dari “tidak biasa”, istimewa dan luar biasa.

Halaman
1234
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved