Breaking News:

OPINI

Anomali Millennial Itu Bernama Didi Kempot

Anomali adalah ruang kosong yang disisakan oleh mekanisme alam. Anomali teragung dalam sejarah manusia adalah kelahiran Nabi Isa.

ISTIMEWA
Rossi Kompas TV bersama Didi Kempot 

Anomali adalah ruang kosong yang disisakan oleh mekanisme alam untuk mereka yang ‘sedikit’. Anomali teragung dalam sejarah manusia adalah kelahiran Nabi Isa.

Di saat mekanisme alamiah proses kelahiran manusia melalui proses pembuahan antara lelaki dan perempuan, Nabi Isa didatangkan dengan cara yang anomali. Agama menyebutnya keistimewaan, kekhususan, refleksi ilahiah.

Anomali dalam konteks ini bukan kebetulan, apalagi penyimpangan.

Dia adalah perangkat penting yang diciptakan Tuhan, sebagai alarm, bahwa gerak orchestra kehidupan dipandu oleh-Nya. Anomali diciptakan agar manusia menyadari kehadiran Tuhan dalam semua sisi kehidupan.

Anomali adalah kontra-mainstream. Sedikit tetapi istimewa. Eits, tetapi bukan determinan. Dia tidak seperti ruling minority para taipan yang menguasai ekonomi. Para anomalis ini minoritas yang terpinggirkan tetapi tiba-tiba hadir di tengah arus mainstream sebagai simbol perlawanan atau apapun itu. Dengan anomali seperti ini, dunia lebih dinamis, acak, menarik, dan mengejutkan.

Didi Kempot Dimakamkan di Ngawi, Bersebelahan Dengan Makam Mendiang Sang Anak

Saat Terakhir Didi Kempot Ucapkan Allahu Akbar dan La Ilaha Illallah, Meninggal Dalam Mobil

Didi Kempot di Era 90an

Popularitas Didi Kempot setahun belakangan adalah anomali dunia hiburan. Didi .Kempot yang lahir tahun 1966 adalah seniman lawas. Sedikit di bawah Iwan Fals dan Doel Sumbang. Dia generasi 90 an.

Didi Kempot memiliki kemiripan dengan Doel Sumbang dalam bermusik. Keduanya bergenre etnik. Didi Kempot ber-genre Pop Jawa sedangkan Doel Sumbang bergenre Pop Sunda.

Di era 90 an, Didi Kempot kalah bersaing dengan Doel Sumbang. Lagu Cidro milik Didi Kempot diciptakan bersamaan dengan lagu “Kalau Bulan Bisa Ngomong”-nya Doel Sumbang.

Orang Indonesia yang berusia remaja di tahun 90-an pasti akrab dengan lagu ini. Doel Sumbang berhasil mengadaptasi lagu Pop Sundanya menjadi selera nusantara, dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

Halaman
1234
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved