BUNUH DIRI DI TANJUNGPINANG

Polisi Tunggu Hasil Visum, Adik Korban Ungkap Keluhan Kakak Sebelum Tewas Gantung Diri

Dari penuturan adiknya kepada penyidik, Musliadi kerap mengeluh harus membayar hutang sebanyak Rp 150 ribu dalam satu hari.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
Polisi menunjukkan lokasi ditemukannya Musliadi (35) warga Tanjungpinang Timur yang ditemukan tewas dengan gantung diri di kediamannya, Jumat (8/5/2020) dini hari. 

TRIBUNBATAM.id,TANJUNGPINANG - Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum jenazah Musladi (35) yang ditemukan tewas gantung diri di tempat tinggalnya kawasan Jalan Cemara, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

"Kalau secara kasat mata tidak tampak akibat kekerasan. Memang ada lilitan tali dibagian lehernya. Cuman kepastianya tetap menunggu hasil visum dulu," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Ipda Hendrik, Jumat (8/5/2020).

Dari penuturan adiknya kepada penyidik, Musliadi kerap mengeluh harus membayar hutang sebanyak Rp 150 ribu dalam satu hari.

"Jadi curhatan ke adiknya ini pusing mikirin cicilan itu. Apalagi sedang tidak ada pekerjaan," ujarnya menjawab kembali.

Adik Korban Masih Syok

Jendra masih tidak menyangka kepergian kakaknya, Musliadi (35) begitu tragis.

Ia yang pertama kali menemukan kakaknya tewas dengan kondisi gantung diri di rumahnya yang berlokasi di di Jalan Cemara, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Jumat (8/5/2020) dini hari.

Jendra yang baru pulang berjualan nasi goreng terkejut melihat kondisi kakaknya itu.

Awalnya pria 25 tahun ini hendak ke kamar mandi untuk buang air sesudah seharian bekerja.

Saat menghidupkan lampu dapur, ia terkejut melihat kondisi kakaknya tewas tergantung.

Kepada penyidik Polsek Tanjungpinang Timur, Jendra tidak melihat gelagat aneh pada diri kakaknya.

Ia masih melihat kakaknya duduk-duduk di rumah satu hari sebelum kejadian atau Kamis (7/5) sekira pukul 9 pagi.

"Adik korban pulang sekira pukul 00.30 WIB. Dia melihat kondisi rumah dalam keadaan hening. Ia terkejut melihat kondisi kakaknya tewas tergantung saat menghidupkan lampu dapur," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Ipda Hendrik, Jumat (8/5/2020).

Jendra pun menghubungi saudaranya, Andri. Mereka berdua akhirnya menurunkan tubuh Musliadi.

Nahas, tidak ditemukan denyut nadi pada tubuh Musliadi. Mereka berdua lantas menghubungi tetangga serta perangkat lingkungan, termasuk kepolisian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved