BUNUH DIRI DI TANJUNGPINANG
Polisi Tunggu Hasil Visum, Adik Korban Ungkap Keluhan Kakak Sebelum Tewas Gantung Diri
Dari penuturan adiknya kepada penyidik, Musliadi kerap mengeluh harus membayar hutang sebanyak Rp 150 ribu dalam satu hari.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
"Jenazah dibawa ke RS Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang," ucapnya.
• Usai Jalani Prarekonstruksi, Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pembunuhan Elvina, Salah Satunya Ibu Jeffry
• Jenazah Dibawa ke RS Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Jendra Syok Temukan Kakak Tewas Gantung Diri
Dugaan Penyebab Bunuh Diri
Warga Tanjungpinang Timur yang ditemukan tewas gantung diri, Musliadi (35) diduga mengakhiri hidupnya lantaran sering ditagih hutang oleh pinjaman koprasi.
Hal ini terungkap saat polisi menanyakan kepada adik kandungnya, Jendra (25) yang pertama kali menemukan abangnya gantung diri.
"Jadi pengakuan adiknya, abangnya banyak hutang di koperasi dan sering ditagih-tagih," kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Panindra, Jumat (8/5/2020).
Ditanyakan, apakah ada riwayat penyakit terhadap korban gantung diri?
"Kalau dari pengakuan adiknya gak ada sih. Hanya mengeluh dan pusing banyak hutang dan sering ditagih," sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria di Tanjungpinang ditemukan gantung diri di rumah kawasan Jalan Cemara, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur
Pria yang diketahui bernama Musliadi (35) ditemukan adik korban Jendra (25) saat pulang ke rumah. Kejadian tersebut sekira pukul 02.00 WIB.
"Saat adik pulang, melihat abangnya sudah posisi tergantung," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Iptu Hendrik, Jumat (8/5/2020) pagi.
Jenazah pun langsung dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang. (TribunBatam.id/Endra Kaputra)