Senin, 27 April 2026

Kisah Azhari Budidaya Rumput Laut di Batam, Awalnya Dicemooh Tapi Kini Bisa Bangun Ekonomi Warga

Hary Hazhary pria kelahiran Belakang padang1984 sejak Agustus 2019 mulai mengembangkan budi daya rumput laut di beberapa pulau di kecamatan Belakang

ISTIMEWA
Warga sedang panen rumput laut di Batam 

Tetapi menurutnya hal itu kurang berkembang karena permainan tengkulak atau pengepul yang melakukan permainan harga.

"Mereka (Tengkulak)  bilang rumput laut jenis Eucheuma Spinosum Rumput Laut  mereka membeli dengan harga Rp 3000  yang jauh dari harga pasaran yang sekitar Rp 10.000 keatas," ujarnya.

Menurut Azhari hal yang paling berat saat memulai budidaya rumput laut ialah meyakinkan masyarakat untuk ikut Budi daya.

"Banyak potensi laut yang bisa kita kelola bersama dan juga jika ada bantuan untuk masyarakat nelayan mudah mudahan benar-benar tepat sasaran tidak jatuh ke tangan para pemodal, tengkulak dan cukong cukong," ujarnya.

Saat ini untuk panen rumput laut di beberapa tempat  tersebut satu Minggu bisa mencapai 1 ton sampi 1,5 ton.

Untuk masa budidaya sendiri  jenis Eucheuma Spinosum Rumput Laut jika ia merupakan bibit proses budidaya sendiri bisa memakan waktu sekitar 23 hari lamanya sebelum di panen.

Tetapi jika merupakan rumput laut yang tumbuh secara alamiah maka membutuhkan waktu sampai 45 hari lamanya sebelum di panen.

Usai dipanen rumput lakut tersebut dipanen maka akan dilanjutkan proses pengeringan dengan cuaca cerah memakan waktu 2 sampai tiga hari sebelum dipasarkan.

"Harapan kita kegiatan ini bisa lebih berkembang dan teman teman yang ikut bisa menjadikan sumber penghasilan untuk menafkahi keluarga," tutupnya.(TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved