Senin, 13 April 2026

Kisah Azhari Budidaya Rumput Laut di Batam, Awalnya Dicemooh Tapi Kini Bisa Bangun Ekonomi Warga

Hary Hazhary pria kelahiran Belakang padang1984 sejak Agustus 2019 mulai mengembangkan budi daya rumput laut di beberapa pulau di kecamatan Belakang

ISTIMEWA
Warga sedang panen rumput laut di Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hary Hazhary pria kelahiran Belakang padang1984 sejak Agustus 2019 mulai mengembangkan budi daya rumput laut di beberapa pulau di kecamatan  Belakang Padang, kota Batam.

Melakukan budi daya rumput laut di tengah daerah yang di cap sebagai kota industri merupakan sesuatu cukup di luar kebiasaan orang kebanyakan.

Mulai dari dicemooh oleh kebanyakan orang serta bebagai tantangan lain  seperti kesulitan mengajak masyarakat sekitar untuk berpartisipasi melakukan budi daya rumput laut .

Tetapi semua tantang tersebut tidak menjadi halangan baginya dan menjadi sebuah motivasi diri untuk terus bergerak membudidayakan rumput laut disekitar kampung kelahirannya.

"Target kita membudidayakan setiap orang yang ikut berpartisipasi bisa berpenghasilan upah minimum Kota (UMK) sehingga masyarakat sekitar tidak perlu bermigrasi ke Kota," ujar pria Yang disapa Azhari (36).

Saat memulai budidaya rumput laut di pulau Mat Belanda diceritakannya bisa menyerap sampai 20 orang yang bisa menggantungkan pencarian dari kegiatan tersebut.

Azhari juga menceritakan alasan dirinya pertama kali melirik Budi Daya rumput laut ialah karena dirasanya selama ini banyak sekali bantuan pemerintah untuk sektor kelautan tidak berjalan sesuai dengan harapan dan yang mampu menjalankan bantuan para kelompok nelayan yang memiliki modal.

"Contoh dikasih bantuan keramba ikan. Bisa dicek dari seribu keramba ikan bantuan pemerintah pasti yang mengelolanya adalah orang yang berduit, bukan para nelayan. Kenapa? Keramba untuk memberikan pakan ikan dan kebutuhan perawatan maka tidak akan sanggup. Karena nelayan yang  betul betul membutuhkan bantuan tidak memiliki modal seperti itu," ujarnya.

Hal yang disampaikannya itu menurutnya berdasarkan hasil temua DKP bahwa dari seribu titik bantuan keremba ikan yang dimanfaatkan dan betul dinikmati nelayan hanya sekitar 8%.

Azhari menyebutkan untuk budidaya rumput laut sendiri tidak membutuhkan modal yang terlalu besar dibandingkan dengan keremba ikan.

"Masyarakat hanya dikasih keramba dan bibit sudah bisa  membudidayakan hal tersebut," sebutnya.

Saat ini Budi daya rumput laut yang ia dan teman-temannya geluti sudah merambah di beberapa pulau seperti Pulau Mat Belanda, Pulau Pecung, Pulau Terong dan pulau Tolop dan direncanakan usai lebaran  idul Fitri  akan menjamah sekitar kecamatan Galang

" Supaya masyarakat yang ingin ikut berbudi daya rumput laut kita tidak kesusahan dan kita siap memberikan pelatihan kepada nelayan yang bersungguh sungguh ikut budidaya rumput laut," tandasnya.

Hasil panen rumput laut yang digelutinya hampir satu tahun itu sementara masih untuk memenuhi kebutuhan di kota Batam dengan pasaran UMKM yang ada.

Budi daya rumput laut sebelum dirinya sudah ditekuni secara tradisional oleh masyarakat.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved