ANAMBAS TERKINI

Ngaku Bisa Hilangkan Gangguan Roh Halus, Seorang Nelayan Cabuli Siswi SMP di Anambas Selama 7 Bulan

Adapun modus yang digunakan oleh HS dengan mengatakan kepada korban bahwa korban sering diganggu oleh makhluk halus.

ISTIMEWA
Tim penyidik Polres Kepulauan Anambas mengamankan seorang nelayan berinisial HS (42) atas tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Tim penyidik Polres Kepulauan Anambas mengamankan satu pelaku inisial HS (42) atas tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Perbuatan cabul HS terhadap anak di bawah umur inisial SH (15) tahun ini ia lakukan sejak bulan Agustus 2019 silam hingga kini.

Korban yang berstatus pelajar ini masih duduk di kelas 1 Madrasah Aliyah tinggal di Kecamatan Siantan Selatan.

Dari keterangan yang diberikan oleh Kasat Reskrim Polres Kepulauan Anambas Iptu Julius Silaen kepada TRIBUNBATAM.id, pelaku ini merupakan seorang nelayan yang tinggal di Kecamatan Siantan Timur.

BREAKING NEWS - Bocah 5 Tahun Dikabarkan Hilang Terseret Arus di Tanjung Riau Batam

Bandara Hang Nadim Buka Penerbangan, Lebih Banyak Orang Tinggalkan Batam Dibanding yang Datang

Adapun modus yang digunakan oleh HS dengan mengatakan kepada korban bahwa korban sering diganggu oleh makhluk halus.

HS mengaku hanya dia yang bisa menghilangkan gangguan makhluk halus tersebut.

Demi melancarkan aksi bejatnya itu, HS pun mengatakan kepada korban bahwa korban harus melakukan hubungan badan dengannya.

Ternyata perbuatan tak senonoh HS ini telah ia lakukan sejak 7 bulan belakangan yakni sejak bulan Agustus 2019 hingga terakhir hubungan tersebut pada bulan Februari 2020.

"Saat ini kita sedang meminta visum ET repertum terhadap korban di RSUD Tarempa," kata Julius via WhatsApp, Senin (11/5/2020).

Akibat perbuatannya pelaku terkena pada 81 ayat (1) dan (2) Jo pasal 82 ayat (1) UU No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling singkat tahun penjara, dan paling lama 15 tahun penjara dengan denda Rp 5 miliar.

"Saat ini tersangka sudah kita amankan di Polres Kepulauan Anambas," katanya. (Tribunbatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved