Breaking News:

RAMADHAN DI BATAM

Beragama Islam Wajib Puasa, Selama Ramadhan Warga Binaan di Rutan Batam Dipisah Sesuai Agama

Pemisahan warga binaan sesuai dengan agama tersebut untuk menghormati warga binaan khususnya yang beragama Islam dalam melaksanakan ibadah puasa.

TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
Karutan Batam Yan Patmos Purba. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Selama Ramadhan, warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIA Barelang Batam dipisahkan sesuai dengan agama masing-masing.

Pemisahan warga binaan sesuai dengan agama tersebut untuk menghormati warga binaan khususnya yang beragama Islam dalam melaksanakan ibadah puasa.

"Jadi selama bulan puasa ini seluruh warga binaan yang beragama Islam kita pisahkan dengan warga binaan yang bergama Kristen, Budha, Hindu dan Konghucu," kata Kepala Rutan Kelas II A Batam, Yan Patmos Purba, Selasa (12/5/2020).

Pemisahan dilakukan agar warga binaan yang beragama Islam lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah puasanya.

"Jadi kita bukan sekadar memberikan pembinaan, tetapi mendukung mereka untuk lebih memahami makna ajaran agama tersebut," kata Yan.

Kapal Dumai Express dan Batam Jet Kembali Berlayar dari Batam, Cek Rute dan Jadwalnya

Sudah Setahun Jalan Marina Sekupang Batam Rusak, Warga: Pemko Jangan Tutup Mata

Dia menjelaskan, untuk warga binaan yang beraga Islam pihak Rutan menyediakan makan untuk sahur pukul 02.00 WIB dan makan untuk buka puasa pada pukul 17.30WIB.

"Jadi semua warga binaan yang bergama Islam, mendapatkan makan dua kali sehari,"kata Yan.

Sementara, untuk shalat tarawih, warga binaan mengikuti ceramah melalui Radio Rutan yang disiarkan.

"Jadi setiap hari ada ustad yang kita undang untuk memberikan ceramah untuk menuntun para warga binaan belajar agama Islam," kata Yan.

Di tempat yang sama Heri Aguswanto, Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIA Barelang Batam, mengatakan, selama bulan puasa warga binaan khususnya yang beraga Islam wajib berpuasa.

"Jadi mereka ini kita pisahkan, hal ini kita lakukan agar selama menjalankan ibadah puasa warga binaan yang menjalankannya tidak terganggu dengan warga binaan lainnya yang tidak menjalankan ibadah puasa," kata Heri.

Dia juga mengatakan, untuk warga binaan yang bergama Islam tidak ada cerita tidak sanggup menjalankan puasa.

"Selama puasa tidak ada yang mengganggu mereka. Tetapi kalau ada warga binaan yang sakit, kita tidak memaksa. Hanya saja tempatnya kita pisahkan, kita tempatkan di klinik. Hal ini kita lakukan agar tidak mengganggu warga binaan yang sedang menjalankan ibadah puasa," kata Heri.

Hal tersebut dilaksanakan agar warga binaan semakin mengerti ajaran agama.

"Hanya ajaran agama yang bisa mengubah seseorang. Pembinaan dan hukuman tidak berarti kalau seseorang tidak memiliki agama. Ajaran agama itu adalah tujuan terakhir setiap umat manusia," kata Heri Aguswanto. (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Penulis: Pertanian Sitanggang
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved