Senin, 20 April 2026

BATAM TERKINI

Banyak Sumbang Devisa, Bisnis Sektor Pariwisata Paling Terpuruk Selama Covid-19

Wabah Covid-19 yang berlangsung di seluruh dunia membuat pertumbuhan kegiatan pariwisata mengalami penurunan.

ISTIMEWA
Aston Batam Hotel and Residence tetap beroperasi saat kondisi pariwisata terpuruk 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pariwisata adalah salah satu sektor perekonomian yang menyumbang cukup besar pendapatan dan devisa negara.

Namun, wabah Covid-19 yang berlangsung di seluruh dunia membuat pertumbuhan kegiatan pariwisata mengalami penurunan.

Melalui Zoom live talkshow tentang Perkembangan Pariwisata Batam pada Sabtu (16/5/2020), Presiden Indonesia Marketing Association, Irfan Widyasa, menyatakan bahwa, empat sektor ekonomi yang terdampak cukup besar oleh wabah Covid-19 ini.

Yaitu konstruksi dan real estate, otomotif, penerbangan dan maritim, dan yang terendah adalah turisme dan pariwisata.

Sementara itu, sektor usaha seperti alat dan jasa kesehatan, pengolahan makanan, serta produk kesehatan pribadi berpotensi justru berpotensi untuk mengalami peningkatan pendapatan.

AWALNYA Hanya Untuk PNS hingga Diprotes Buruh, Simak Yuk Asal Usul THR, Diberikan Sejak 1951

Lebih detil, menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada periode April 2020, bidang-bidang usaha seperti layanan rekreasi dan olahraga, agen perjalanan, penyedia wisata, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan wisata (pedagang kecil, asongan, warung, dll) adalah bidang usaha yang paling terpuruk di masa Covid-19 ini.

Menurunnya perkembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Batam, Kepulauan Riau tidak lain akibat dampak upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya usaha yang tutup sementara serta event dan kegiatan hiburan ditunda.

"Berhentinya pergerakan manusia di seluruh dunia membuat sektor pariwisata ambruk," ujar Irfan.

Selain itu, upaya mengatasi stagnasi pertumbuhan pariwisata ini juga harus memperhatikan perkembangan penanganan Covid-19, tidak hanya di Batam, namun juga di seluruh dunia.

Apabila proses penanganan Covid-19 di masa tanggap darurat tidak terjadi bersamaan di seluruh dunia, otomatis pemulihan ekonomi juga terjadi tidak bersamaan, dan akan berujung pada perkembangan sektor pariwisata yang melambat.

"Proses tanggap darurat dan pemulihan di masing-masing negara tidak bersamaan waktu penyelesaiannya, sehingga pemulihan pariwisata dunia menjadi lambat," tambah Irfan.

Dalam upaya pemulihan ini, IMA memprediksi, fase tanggap darurat Covid-19 akan selesai di tahun 2020, selanjutnya di tahun 2021, perekonomian dunia diharapkan pulih, dan tahun 2022, sektor pariwisata dunia dapat berjalan seperti sedia kala.

Meski penyelesaian tanggap darurat mesing-masing negara diprediksi tidak berkalan secara serentak.

Namun hal ini bisa diatasi dengan cara, Pemerintah beserta pelaku usaha, agar dapat berfokus pada pasar dalam negeri terlebih dulu, sebelum merambah ke pasar wisata dunia. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved