TRIBUN WIKI
Bisa Ganggu Kesehatan, Yuk Kenali Apa Itu Emotional Eating dan Cara Mengatasinya
Menurut ahli diet Anna Kippen, emosi negatif, seperti rasa marah, sedih, dan stres, bisa memicu kebiasaan makan yang buruk atau " emotional eating".
TRIBUNBATAM.id - Stres bisa dipicu oleh banyak hal. Berbagai masalah yang dialami bisa memicu seseorang mengalami stres.
Biasanya, mengonsumsi camilan manis atau asin menjadi cara favorit banyak orang untuk meredakan tekanan emosional.
Tentunya, hal ini bisa berpengaruh buruk pada kesehatan tubuh.
Menurut ahli diet Anna Kippen, emosi negatif, seperti rasa marah, sedih, dan stres, bisa memicu kebiasaan makan yang buruk atau " emotional eating".
Saat emosi tak seimbang, seseorang cenderung mengonsumsi makanan tak sehat yang justru membuat kondisi menjadi semakin buruk.
Kenali Dampaknya
Melansir Kompas.com dari laman LiveWell Dorset, emotional eating biasanya membuat seseorang merasakan hal buruk seperti berikut:
- Merasa bersalah
Usai menyalurkan emosi dengan makan, biasanya akan ada penyesalan atau rasa bersalah.
Rasa bersalah ini juga berpotensi menyebabkan keinginan makan yang lebih tinggi atau harga diri rendah.
- Mual
• Tak Seperti Tahun Lalu, Pekerja Harian Perusahaan Migas Justru Dapat THR saat Pandemi Virus Corona
• Risih dengan Pemberitaan yang Dikaitkan dengan Raffi Ahmad, Yuni Shara: Kenapa Aku Terus
Rasa kenyang yang didapatkan ketika melakukan "emotional eating" adalah cara seseorang untuk menutupi gejolak emosi dalam dirinya.
Hal ini sering mengakibatkan makan berlebih dan sakit perut serta mual di kemudian hari.
- Obesitas
Sering melakukan "emotional eating" bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang memicu berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22062019_persib-bandung.jpg)