TRIBUN WIKI

Mengenal Skizofrenia, Sebabkan Penderitanya Sering Alami Delusi dan Halusinasi

Skizofrenia sebagai gangguan mental jangka panjang menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi, kekacauan berpikir, dan perubahan perilaku.

Editor: Eko Setiawan
ISTIMEWA
Ilustrasi - Karena Mengidap Skizofrenia Paranoid, Polisi Kesulitan Periksa Istri Korban Pembunuhan di Caruban 

TRIBUNBATAM.id - Skizofrenia adalah gangguan mental yang terjadi dalam jangka panjang.

Gangguan ini menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi, kekacauan berpikir, dan perubahan perilaku.

Gejala tersebut merupakan gejala dari psikosis, yaitu kondisi di mana penderitanya kesulitan membedakan kenyataan dengan pikirannya sendiri.

Skizofrenia sering disamakan dengan psikosis, padahal keduanya berbeda.

Psikosis hanya salah satu gejala dari beberapa gangguan mental, di antaranya skizofrenia. 

Penyakit ini juga menyebabkan pengidapnya tidak memiliki kemampuan untuk berpikir, mengingat, ataupun memahami masalah tertentu.

Skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling sering ditemukan di tengah masyarakat. 

Gejala paling khas dari skizofrenia paranoid adalah delusi (waham) dan halusinasi. 

Itulah sebabnya, orang dengan skizofrenia paranoid cenderung mendengar suara-suara di dalam pikiran mereka dan melihat sesuatu yang tidak nyata.

Tidak hanya itu, orang yang memiliki skizofrenia paranoid juga sering menunjukkan perilaku kacau yang menyebabkan diri mereka tidak dapat mengendalikan perilakunya.

Akibatnya, pengidap skizofrenia paranoid sering berperilaku tidak pantas, sulit mengendalikan emosi, hasrat, serta keinginannya.

Secara umum, skizofrenia adalah gangguan kejiwaan kronis yang membutuhkan pengobatan berkepanjangan untuk meringankan gejalanya. 

Berdasarkan WHO, diperkirakan lebih dari 21 juta orang di seluruh dunia menderita skizofrenia.

Penderita skizofrenia juga berisiko 2-3 kali lebih tinggi mengalami kematian di usia muda.

Di samping itu, setengah penderita skizofrenia diketahui juga menderita gangguan mental lain, seperti penyalahgunaan NAPZA, depresi, dan gangguan kecemasan. 

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved