Jumat, 8 Mei 2026

BATAM TERKINI

Pro Kontra Wacana Hotel di Batam Jadi Tempat Karantina TKI Pulang dari Luar Negeri

Meski ada peluang bisnis, namun sejumlah pihak hotel di Batam mengaku takut mengambil risiko, jadi tempat karantina bagi TKI yang pulang

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
net
hotel Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Mulai longgarnya lockdown di Singapura dan Malaysia memunculkan dampak signifikan.

Salah satunya terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Sempat tertahan di dua negara ini, longgarnya lockdown menjadi angin segar bagi para TKI untuk dapat kembali ke daerah asalnya.

Pemulangan para TKI pun dilakukan melalui jalur pelabuhan. Artinya, Kota Batam dijadikan alternatif untuk proses ini.

Dikarenakan jarak Batam dan dua negara ini sangat berdekatan. Menanggapi kabar ini, wacana hotel di Batam dijadikan tempat karantina para TKI pun mulai digaungkan.

Mengingat jumlah TKI cukup banyak, hotel dianggap cukup representatif sebagai tempat penampungan dalam jumlah besar.

Waspada Potensi Gelombang Kedua Covid-19 di Batam, Kadinkes: Masih Terhubung dengan Kasus Sebelumnya

Sang Kekasih Turun Tangan, Rayu Oknum Polisi di Bintan agar Menyerah, Tetapi Ditolak, Ini Akhirnya

Hitungan bisnis, penampungan ini diharapkan mampu meningkatkan hunian setiap hotel akibat penurunan drastis sejak pandemi Covid-19 melanda.

Menanggapi ini, Tribun Batam mencoba bertanya kepada beberapa manajemen hotel di Batam terkait wacana ini.

"Kalau kami tak berani mas. Soalnya kami ada (customer) yang long stay sebanyak 54 kamar. Kalau menampung TKI, takut nanti imbasnya ke tamu kami itu.

Soalnya mereka sudah stay lama dan kami harus benar-benar jaga (kenyamanan) mereka," ujar Executive Head Sales and Marketing I Hotel Batam, Dita kepada Tribun Batam, Senin (18/5/2020).

Walau demikian, Dita memang mengakui hotel tempatnya bekerja memang mengalami penurunan drastis dari jumlah kunjungan sejak bulan Maret 2020 lalu.

Lanjutnya, jika dipresentasikan, penurunan sendiri mencapai 75 persen.

"Kalau tamu walk in masih bisa check in di kami. Tapi harus menyertakan hasil rapid test yang berstatus negatif agar bisa check in," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Director Sales and Marketing Aston Hotel Batam, Fitri Kusumawardhani.

Walau betul-betul mengalami dampak signifikan dari pandemi Covid-19, Fitri juga tak berani ambil risiko jika penampungan TKI dilakukan di hotel-hotel yang ada.

"Yang mau bayar siapa nantinya kamar-kamar itu? Hotel mana yang mau tampung?," ujarnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved