Minggu, 19 April 2026

VIRAL Matahari Lockdown, Ini Penjelasan Astronom Soal Dampak dan Ancaman Bencana hingga Kelaparan

Menurut para Ilmuwan, saat ini aktivitas permukaan matahari sedang turun drastis karena berada dalam periode solar minimum

via intisari online
Matahari 

Tahun ini, matahari telah mengalami kekosongan tanpa bintik sebesar 76 persen.

Tahun 2019 matahari sempat mengalami kekosongan sebesar 77 persen.

Dua tahun berturut-turut sedikit bintik membuat minimum matahari semakin parah.

Apa itu bintik matahari?

Sunspot atau bintik matahari merupakan area aktivitas magnet di permukaan matahari.

Sunspot muncul sebagai area gelap yang menjadi indikasi aktifitas matahari, melahirkan semburan matahari dan coronal mass ejections atau lontaran massa korona matahari.

Walaupun bintik matahari tampak kecil, akan tetapi sebenarnya ia berukuran besar.

Bintik matahari telah dihitung sejak tahun 1838 yang membuat ilmuwan dapat membaca siklus Matahari dengan melihat aktivitas permukaannya.

Sementara itu, seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (1/5/2020); astronom amatir Marufin Sudibyo menjelaskan bahwa setidaknya akan ada empat fenomena langit yang bisa Anda saksikan pada Mei 2020 ini.

Di antaranya adalah hujan meteor eta Aquarids, Supermoon, bulan baru, dan Matahari tepat di atas Kabah.

Berikut waktu lengkapnya, jangan lupa catat tanggalnya:

4-5 Mei 2020:  Hujan meteor eta Aquarids

Hujan meteor menjadi fenomena yang banyak ditunggu masyarakat dan juga para astronom.

Kali ini, Anda dapat menyaksikan hujan meteor bernama eta Aquarids pada tanggal 4-5 Mei mendatang.

"Paling baik disaksikan dari belahan bumi selatan, termasuk Indonesia," kata Marufin.

Untuk diketahui, meteor eta Aquarids ini berasal dari debu-debu halus yang dilepaskan oleh komet Halley.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved