VIRAL Matahari Lockdown, Ini Penjelasan Astronom Soal Dampak dan Ancaman Bencana hingga Kelaparan
Menurut para Ilmuwan, saat ini aktivitas permukaan matahari sedang turun drastis karena berada dalam periode solar minimum
TRIBUNBATAM.id - Saat ini sedang viral soal fenomena Matahari Lockdown yang ramai diperbincangkan.
Akibatnya, sinar matahari mengalami penurunan drastis yang ditandai dengan bintik matahari yang menghilang.
Sejumlah potensi bencana di antaranya gempa bumi, cuaca beku dan kelaparan.
Menurut Ilmuwan, matahari sedang dalam fase lockdown, masyarakat hendaknya waspada lantaran berpotensi timbulkan sejumlah bencana.
Ketika Matahari memasuki periode lockdown, menurut ilmuwan berpotensi menimbulkan berbagai bencana, begini analisa dan peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya.
Terparah dalam 1 abad terakhir
Menurut Philips dari jumlah bintik matahari yang ada, kondisi saat ini termasuk yang terparah dalam satu abad terakhir.
Akibatnya menurut dia, medan magnet matahari menjadi lemah, memungkinkan sinar kosmik ekstra ke tata surya.
"Kelebihan sinar kosmik menimbulkan bahaya kesehatan bagi para astronot dan perubahan udara kutub, memengaruhi elektro-kimia atmosfer Bumi, dan dapat membantu memicu petir," ujarnya.
Dalton Minimum
Para ilmuwan NASA mengkhawatirkan ini bisa memicu kembali terjadinya Dalton Minimum yang pernah terjadi antara tahun 1790 dan 1830.
Pada saat Dalton Minimum terjadi, suhu menjadi sangat dingin, munculnya letusan besar gunung berapi, gagal panen dan timbulnya kelaparan.
Saat itu, suhu anjlok hingga 2 derajat celcius selama 20 tahun dan produksi pangan dunia merosot.
• Fakta-fakta Perawat Hamil 4 Bulan Meninggal Positif Corona, Baru 2 Tahun Bekerja
• Andap Budhi Revianto Naik Pangkat Jadi Komjen, Bersama Boy Rafli Amar
Letusan Gunung Tambora di Indonesia pada 10 April 1815, yang menewaskan sedikitnya 71.000 orang juga dianggap sebagai bagian dari efek Dalton Minimum saat itu.
Dampak lainnya saat itu, juga menjadi tahun tanpa musim panas di tahun 1816.
Melansir dari Forbes yang menukil data dari Spaceweather.com, sudah ada 100 hari di tahun 2020 ini, di mana matahari menunjukkan nol bintik matahari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/matahari_20180413_131528.jpg)