KARIMUN TERKINI

Barantan RI Catat 4 Komoditas Ekspor Karimun ini Meningkat dari Januari, Nilainya Tembus Rp 14 M

Barantan RI sedang berupaya mensinkronisasi aturan perkarantinaan dengan negara tujuan untuk tiap komoditas pertanian.

TribunBatam.id/Istimewa
Kepala Karantina Pertanian Karantina Tanjung Balai Karimun Priyadi tinjau pertanian sagu di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Rabu (21/5) kemarin. Badan Karantina Pertanian mencatat, fasilitasi ekspor komoditas pertanian melalui Karantina Pertanian Karimun selama Januari hing April 2020 menunjukan tren peningkatan. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Jumlah ekspor komoditas pertanian melalui Karantina Pertanian Karimun selama Januari hingga April 2020 menunjukan tren peningkatan.

Badan Karantina Pertanian (Barantan) Republik Indonesia mencatat, tiga komoditas ekspor tertinggi masing-masing adalah bungkil kelapa, madu dan sarang burung walet.

Masing-masing tercatat 1,1 ribu ton dengan nilai Rp14 Miliar untuk bungkil kelapa, 6 ton atau senilai Rp572 juta untuk madu dan 268 kilogram dengan nilai Rp3,7 Miliar.

Selain itu, sagu diketahui menjadi ragam komoditas ekspor baru dari Kabupaten Karimun.

Selain melakukan sinergisitas dengan pemerintah daerah untuk mendorong tumbuhnya ragam komoditas baru, Barantan juga berupaya mensinkronisasi aturan perkarantinaan dengan negara tujuan untuk tiap komoditas pertanian.

Ini bertujuan agar makin banyak protokol ekspor produk pertanian di Indonesia disetujui negara mitra dagang.

"Dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator pertanian di Perdagangan international pihaknya melakukan sinergistas dengan seluruh instansi pertanian dan pihak terkait di seluruh Indonesia," Kepala Barantan RI Ali Jamil melalui rilis yang disampaikan Kantor Karantina Pertanian Tanjungbalai Karimun kepada TribunBatam.id, Kamis (21/5/2020).

Ia mengungkapkan, aplikasi peta potensi ekspor besutan Barantan telah disiapkan guna mendorong pembangunan pertanian berbasis kawasan dan kearifan lokal yang berorientasi ekspor.

Informasi yang dapat diakses di seluruh unit pelaksana teknis karantina pertanian ini, berisikan data lalu lintas produk pertanian, baik ekspor, impor dan antar area.

“Tiap pimpinan di unit kerja bertanggungjawab untuk mendorong kinerja ekspor di masing-masing wilayah. Adapun indikatornya selain peningkatan volume dan nilai adalah penambahan negara Tujuan baru dan ragam komoditas. Kita dorong produk baru atau emerging serta produk yang telah diolah, minimal setengah jadi, “ jelas Jamil dari ruang monitoring lalulintas produk pertanian di Jakarta.

Penuhi Janji, Isdianto Beri 15 Ribu Paket Sembako untuk Warga Tanjungpinang Terdampak Covid-19

Viral Setelah Ujaran Lelang Keperawanan Rp 2 Miliar, Siapa Sebenarnya Selebgram Sarah Keihl?

Halaman
1234
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved