Minggu, 12 April 2026

VIRUS CORONA DI CHINA

Cerita Dubes Indonesia di China, Cara Warga Beijing Hadapi Corona, Kini Nikmati Suasana Normal

Seluruh aktivitas memang tak seperti dulu, ada normal baru yang kini harus dijalani guna mengantisipasi adanya gelombang baru virus corona

Editor: Mairi Nandarson
foto Jiang Dong/chinadaily.com.cn
Sejumlah warga berteduh di shelter saat hujan turun di Beijing, Kamis (21/5/2020). 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Kota Beijing, ibukota Republik Rakyat Tiongkok atau China kini sudah berangsur normal.

Sekitar 75 persen dari aktivitas masyarakat sudah kembali berjalan seperti biasa.

Roda kehidupan di berbagai sektor sudah mulai bergerak kembali.

Masyarakat juga sudah bisa menikmati tempat wisata dan masa darurat mulai masuk dalam fase relaksasi.

Beijing hari ini tak seperti tiga bulan lalu kala virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 membuat semua warga di Ibu Kota China itu harus merasakan karantina.

Seluruh aktivitas memang tak seperti dulu, ada normal baru yang kini harus dijalani guna mengantisipasi adanya gelombang baru virus corona.

Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun bercerita bagaimana warga China menjalani normal baru, termasuk upaya untuk menekan kasus corona, hingga akhirnya bisa bangkit dari pandemi Covid-19.

Kini, semua orang yang berkegiatan di luar rumah harus menggunakan masker, membawa handsanitizer, hingga rajin mencuci tangan.

Daya tampung pengunjung di restoran, transportasi, hingga pusat keramaian pun menjadi dibatasi.

Diberlakukan pula jaga jarak di tempat umum hingga lokasi wisata.

Untuk bisa sampai ke kondisi hari ini, terang Djauhari, kunci kesuksesan China dalam mengatasi pandemi Covid-19 terletak pada sanksi sosial yang berat.

Berbeda dengan sanksi pemerintah, sanksi sosial berasal dari lingkungan sekitar bagi orang-orang yang melanggar aturan.

"Di sini kalau keluar harus seizin RT RW setempat."

"Ada kejadian orang Indonesia yang merasa tidak diawasi secara ketat kemudian pergi saja tanpa izin."

"Begitu kembali tidak diterima. Mau ke hotel, hotel enggak terima, telepon ke KBRI, KBRI juga kan enggak bisa terima karena waktu itu ada peraturan tidak boleh terima tamu. Sudah, nangis saja dia," tutur Djauhari dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (20/5/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved