VIRUS CORONA DI CHINA
Cerita Dubes Indonesia di China, Cara Warga Beijing Hadapi Corona, Kini Nikmati Suasana Normal
Seluruh aktivitas memang tak seperti dulu, ada normal baru yang kini harus dijalani guna mengantisipasi adanya gelombang baru virus corona
Contoh lain, lanjutnya, saat tinggal di apartemen kalau ada yang melanggar aturan terkait Covid-19, akan dikucilkan oleh warga.
"Jadi memang sanksi sosialnya itu yang berat," imbuh Djauhari.
Sanksi sosial yang diterapkan oleh warga China, menurut Djauhari, sukses membuat masyarakat tetap patuh pada aturan.
Semangat nasionalisme warga China dalam memerangi virus corona perlu menjadi contoh baik yang ditiru.
Semangat tersebut pada akhirnya mampu menumbuhkan rasa kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat.
Bahwa virus corona harus diselesaikan bersama, pemerintah tak akan bisa mengatasinya sendiri.
“Medsos-medsos di sini enggak ada berita-berita yang negatif. Malah di medsos itu beredar lagu-lagu [penyemangat] kalau di kita lagu-lagu perjuangan seperti Maju Tak Gentar, Tanah Airku Indonesia itu diputar di sini."
"Lalu terkenal kan ada Jia You Wuhan dan lain-lain, itu kan membangkitkan rasa semangat,” ujar Djauhari.
Setiap negara, lanjutnya, memang memiliki kebijakan yang berbeda sehingga tidak perlu dibanding-bandingkan.
Namun, kisah-kisah sukses perlu dipertimbangkan.
"Cerita-cerita sukses negara yang berhasil keluar dari covid adalah kombinasi peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah dan kemudian secara bersama-sama menjadi satu masyarakat disiplin dalam menjalankannya,” ujar Djauhari.
Bangkitnya sektor digital ekonomi Meski ekonomi di China terpuruk akibat pandemi Covid-19, Djauhari mengatakan sektor digital ekonominya justru melonjak sebagai dampak dari kebijakan Work From Home.
Kondisi ini bisa menjadi salah satu peluang kerja sama antara Indonesia-China.
Peluang peningkatan hubungan di bidang perdagangan juga cukup menjanjikan di sektor industri kesehatan, healhty food dan herbal Indonesia.
Bahkan, saat ini Indonesia menguasai pasar China terkait sarang burung walet sekitar 70 persen.
“Sarang burung walet di sini harganya mahal sekali karena kepercayaan di sini menyangkut kolagen bagus untuk kulit, kesehatan ibu-ibu," kata Djauhari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sejumlah-warga-berteduh-di-shelter-saat-hujan-turun-di-beijing-kamis-2152020.jpg)