BULUTANGKIS INDONESIA

Perjalanan Kevin Sanjaya Sukamuljo Jadi Ganda Nomor 1 Dunia dengan Marcus, Pernah Gagal Audisi

Ayah Kevin Sanjaya Sukamuljo, Sugiarto, mengatakan bahwa bakat pemain kelahiran 2 Agustus 1995 tersebut sudah terlihat sejak menginjak usia 2,5 tahun

BADMINTON INDONESIA
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat berpose bersama seusai berhasil menjuarai ajang MAlaysia Masters 2019 yang tuntas diselenggarkan pada Minggu (20/1/2019). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kevin Sanjaya Sukamuljo kini adalah pemain ganda nomor satu dunia bersama Marcus Fernaldi Gideon.

Sebelum menjadi pemain ganda putra nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo sudah melewati perjalanan yang tidak mudah.

Namun, bakat Kevin terlihat sejak berusia 2,5 tahun oleh sang ayah yang hobi bulutangkis.

Cerita Dubes Indonesia di China, Cara Warga Beijing Hadapi Corona, Kini Nikmati Suasana Normal

Tontowi Ahmad Mundur dari Bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat Tulis Komentar Pedas, Sindir PBSI?

Jadwal Liga Jerman Pekan ke 27, Malam Ini Hertha BSC vs Union Berlin, Besok Wolfsburg vs Dortmund

Dalam perjalanannya Kevin Sanjaya Sukamuljo, pernah merasakan kegagalan sebelum menduduki peringkat pertama dunia bersama partnernya, Marcus Fernaldi Gideon.

Kevin Sanjaya Sukamuljo mulai mengenal bulu tangkis sejak kecil.

Ayah Kevin Sanjaya Sukamuljo, Sugiarto, mengatakan bahwa bakat pemain kelahiran 2 Agustus 1995 tersebut sudah terlihat sejak menginjak usia 2,5 tahun.

"Saya hobi bermain bulu tangkis. Di belakang rumah ada lapangan bulu tangkis. Saat saya bermain dengan teman-teman, Kevin suka menonton. Terkadang hingga larut malam hingga mamanya sering mengingatkan agar dia segera tidur," tutur Sugiarto.

Saat TK, bakat Kevin di olahraga tepok bulu ini semakin menonjol.

"Cara bermain dia sudah seperti anak yang sudah besar. Karena itu, saya mulai mencari pelatih di Jember untuk melatih Kevin," kata Sugiarto saat diwawancara BolaSport.com.

"Saya ingin Kevin mengetahui dasar-dasar dan teknik bulutangkis yang benar. Kevin berlatih seminggu empat kali dan kami harus bolak balik Banyuwangi-Jember selama setahun," aku Sugiarto.
Akibat lelah harus menempuh perjalanan Banyuwangi-Jember, Sugiarto berinisiatif mencari pelatih yang berada dekat dengan kediamannya.

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved