Selasa, 5 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Tinggi Kalori, Berikut Dampak Buruk Terlalu Banyak Mengonsumsi Kerupuk

Tiga kerupuk berukuran sedang mengandung 476 kalori yang jumlahnya lebih banyak ketimbang cheese burger dan mie instan yang mengandung 380 kkal.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN LAMPUNG/PERDIANSYAH
Anak-anak warga kelurahan Enggal mengikuti lomba makan kerupuk untuk memeriahkan HUT RI ke 70 di lapangan merah Enggal, Minggu (16/08). Selain dikenal dengan rasanya yang gurih, terlalu banyak mengonsumsi kerupuk ternyata tidak baik untuk kesehatan tubuh. Foto ilustrasi. 

TRIBUNBATAM.id - Kerupuk menjadi teman santap favorit yang cocok untuk melengkapi berbagai hidangan.

Banyak orang punya kebiasaan makan ditemani kerupuk nan kriuk.

Sesi makan belum lengkap rasanya, tanpa ditemani makanan renyah ini.

Beragam jenis kerupuk menyertai sejumlah makanan favorit.

Sebut saja lontong opor yang kerap ditemani kerupuk udang.

Lalu ada soto betawi yang klop disantap bersama kerupuk emping asin.

Ada juga orang yang doyan makan nasi sayur ditemani krupuk kaleng atau biasa dikenal sebagai kerupuk mi.

Selain itu, beberapa orang gemar mengudap rambak atau kerupuk kulit, kerupuk bawang, dll sebagai camilan.

Kandungan dan kalori kerupuk

Ahli gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum. menjelaskan, kalori makanan "ringan" seperti kerupuk dan keripik tidak bisa dipandang sebelah mata.

Pasalnya, di balik renyahnya tiga buah kerupuk kaleng atau kerupuk mi berukuran sedang, bisa mengandung 476 kalori (kkal).

Biasa Tersaji Saat Hari Raya Idul Fitri, Simak Fakta Unik Seputar Kue Nastar

Sekdaprov Minta ASN Tak Adakan Open House, Halal Bihalal dan Mudik Selama Pandemi Covid-19

Padahal, kebutuhan kalori orang dewasa (dengan kondisi kesehatan normal) di Indonesia rata-rata 2.000 kkal per hari.

Saat Anda makan tiga buah kerupuk kaleng ukurang sedang, kalorinya bisa menyalip satu potong cheese cake yang mengandung 319 kkal.

Kalori tiga buah kerupuk kaleng juga lebih banyak ketimbang cheese burger yang mengandung 380 kkal, atau mi instan goreng yang mengandung 380 kkal.

Berikut perbandingan kalori rata-rata beberapa jenis krupuk per 100 gram atau satu ons sajian:

- Kerupuk kemplang panggang (3 buah): 356 kkal

- Kerupuk kaleng atau mie ukuran sedang (3 buah): 476 kkal

- Kerupuk emping manis (100 gram): 439 kkal

- Kerupuk emping asing (100 gram): 431 kkal

- Kerupuk kulit atau rambak kulit (100 gram): 422 kkal

- Keripik singkong (1 bungkus atau 100 gram): 478 kkal

- Keripik kentang (1 bungkus atau 100 gram): 448 kkal

Orang Indonesia normalnya membutuhkan 1.500-2.000 kkal sehari, bukan per buka mulut atau makan.

Selain tinggi kalori karena dibuat dengan cara digoreng, sejumlah kerupuk atau keripik nan renyah juga perlu dipertimbangkan bahan pembuatannya.

Ramalan Zodiak Asmara Sabtu 23 Mei 2020, Sagitarius Terbukalah dengan Pasangan, Gemini Move On

Menurut Tan, orang tak arif jika hanya mengganti teknik memasak kerupuk dari digoreng menjadi di-microwave atau dipanggang demi makanan renyah ini lebih sehat.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahan-bahan lainnya.

Beberapa kerupuk juga mengandung tepung, gula, micin, garam, dan esens ikan.

Menurut Kementerian Kesehatan, anjuran konsumsi gula orang dewasa dalam sehari (dengan aktivitas normal) adalah 200 kkal atau setara dengan empat sendok makan atau 50 gram.

Harus Waspada, Simak 10 Gejala Penyakit Pada Anak yang Tak Boleh Diabaikan Orangtua

Sedangkan, anjuran konsumsi garam orang dewasa dalam sehari adalah 2.000 miligram natrium atau setara satu sendok teh garam atau lima gram.

Efek terlalu banyak kalori

Kebiasaan sederhana seperti makan sambil mengudap kerupuk dan keripik apabila dibiarkan bisa punya efek negatif bagi kesehatan.

Melansir Live Strong, kalori sebenarnya energi yang digunakan sebagai bahan bakar bagi tubuh untuk bergerak.

Kebutuhan energi tersebut bergantung pada jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, kondisi kesehatan, sampai aktivitas sehari-hari.

Begitu pasokan kalori terlalu banyak atau lebih besar daripada yang dikeluarkan untuk beraktivitas, tubuh seseorang dapat menyimpan kelebihannya sebagai lemak.

Bandara Hang Nadim Terpantau Lengang, 5 Penerbangan Dijadwalkan Beroperasi Hari Ini Jelang Lebaran

Kelebihan kalori umumnya disimpan dalam bentuk trigliserida atau lemak jahat.

Timbunan lemak jahat dalam tubuh ini dalam jangka panjang dapat menyumbat pembuluh darah arteri di jantung.

Dampaknya, arteri dapat keras, kaku, dan menyempit.

Pengerasan dinding arteri ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Selain itu, kelebihan kalori dalam tubuh dapat meningkatkan berat badan, risiko penyakit hati berlemak, tekanan darah tinggi, sampai kanker.

Penimbunan lemak juga bisa meningkatkan tekanan pada sendi, biang osteoartritis.

Sementara itu, penimbunan lemak di sekitar leher dapat menyebabkan penderitanya mengalami berhenti bernapas selama beberapa saat ketika tidur (sleep apnea).(TribunBatam.id/Widi Wahyuning Tyas) (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada, Diam-diam Ada Bahaya Kesehatan di Balik Kriuk-nya Kerupuk".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved