TRIBUN WIKI

Termasuk Diet, Apa Itu Lazy Keto dan Manfaatnya Bagi Tubuh?

Dalam lazy keto, pelakunya hanya perlu menjaga asupan karbohidrat harian antara 20-50 gram per hari. Jumlah ini lebih sedikit dibanding diet keto.

Editor: Dewi Haryati
Freepik.com
Ilustrasi diet keto 

TRIBUNBATAM.id - Diet keto mungkin menjadi salah satu diet atau pola makan yang paling populer di dunia.

Meski memiliki banyak pengikut, banyak pula yang mengkritik diet keto dan menganggapnya sebagai bentuk diet yang sulit untuk diikuti secara konsisten.

Singkatnya, pelaku diet keto menghitung gizi makro yang dikonsumsinya secara rutin dan memastikan mereka mengonsumsi lemak dan protein dalam jumlah besar.

Di saat yang sama, pelaku diet keto juga perlu mengurangi asupan karbohidratnya.

Namun, ada satu versi berbeda dari diet keto, yakni " lazy keto".

Kamu mungkin belum pernah mendengar istilah ini, namun ternyata lazy keto juga punya pengikut yang cukup banyak.

Sekilas tentang lazy keto

Pada diet keto klasik, pelakunya diminta mengatur asupan gizi makro mereka dengan detail 65-85 persen lemak, 15-35 persen protein dan 0-10 persen karbohidrat.

Angka ini biasa diartikan tidak lebih dari 50 gram karbohidrat, sekitar 1-1,8 gram protein per kilogram massa tubuh dan sisanya lemak untuk memenuhi kebutuhan kalori per hari.

Namun, pelaku lazy keto tak perlu terlalu khawatir dengan hitung-hitungan lemak dan protein.

Menurut ahli gizi dan penulis The Little Book of Game-Changers, Jessica Cording, M.S., R.D., dalam lazy keto pelakunya hanya perlu menjaga asupan karbohidrat harian antara 20-50 gram per hari.

Artinya, pada lazy diet pelakunya tidak perlu terobsesi menghitung gizi makro lainnya.

Menjadi pro dan kontra apakah lazy keto masih dapat dikategorikan "keto" karena hanya mengawasi asupan karbohidrat.

Sebab, tidak jelas apakah pelaku lazy keto juga mencapai fase ketosis.

Adapun fase ketosis adalah kondisi ketika tubuh mulai memproduksi keton (senyawa organik yang dapat digunakan tubuh untuk diubah menjadi energi) dan membakar lemak untuk energi ekstra.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved