China dan AS Diujung Perang Dingin Baru, Menlu China: Virus Politik untuk Menyerang & Mengejek China

Amerika Serikat dan China berada di ambang Perang Dingin yang baru. Hal ini dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi pada Minggu 5/24 ...

Kompas.com
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi berbicara dalam konferensi pers di Beijing pada 26 Februari 2020. (AFP/ROMAN PILIPEY) 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Amerika Serikat dan China berada di ambang perang dingin yang baru. Hal ini dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri ChinaWang Yi, pada Minggu (24/5/2020). 

Melansir kompas.com dari media Perancis AFP, ketegangan diantara kedua negara itu didasari oleh wabah virus Corona, Hong Kong dan juga masalah lainnya. 

"Telah menjadi perhatian kami bahwa beberapa 'kekuatan politik' di AS menahan hubungan China-AS dan mendorong kedua negara ini ke tepi Perang Dingin baru," menteri luar negeri Wang Yi mengatakan kepada wartawan. 

Gencatan lama antar kedua kekuatan tersebut terjadi atas alasan perdagangan, hak asasi manusia dan isu-isu lain yang didorong memuncak sejak merebaknya Covid-19

Wang tidak mengidentifikasi "kekuatan" apa yang dia maksudkan, tetapi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memimpin kritik dunia atas penanganan awal China terhadap pandemi, yang telah menyebabkan lebih dari 330.000 kematian dan kemerosotan ekonomi di seluruh dunia. 

Sebuah pengantar di legislatif China pada Jumat lalu yang berbentuk proposal untuk memberlakukan Undang Undang keamanan di Hong Kong guna menekan gerakan pro-demokrasi kota semi-otonom telah semakin meningkatkan tensi ketegangan dan memicu kecaman AS dan dunia.

Tetapi Wang membalas kepada Washington, menuduh AS berusaha berulang kali "menyerang dan mencoreng" China

"Selain kehancuran yang disebabkan oleh virus Corona, ada juga virus politik yang menyebar di AS," kata Wang pada konferensi pers di sisi pertemuan legislatif tahunan.

"Virus politik ini menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk menyerang dan mengejek China

Beberapa politisi sama sekali mengabaikan fakta dasar dan telah mengarang terlalu banyak kebohongan yang menargetkan China, dan merencanakan terlalu banyak konspirasi," ungkap Wang. (*) 

Sumber: Kompas.com 

President Joko Widodo Asked the Public to Prepare for the New Normal Era

Berpakaian Sipil dan Bersenjata Lengkap, Personel BNNP Kepri Ringkus 2 Orang di Tanjung Uban Bintan

Hengkang dari Chelsea, Bomber Asal Brasil, Willian Bakal Bergabung dengan Juventus

Peta Sebaran Corona di Batam, Batu Ampar 22 Kasus, Batam Kota 26 Kasus Covid-19

Penulis: Lia Sisvita Dinatri
Editor: Lia Sisvita Dinatri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved