Fakta Unik Yartsa Gunbu, Jamur Ulat Asal Dataran Tinggi Tibet, Harganya Capai Ratusan Juta

Yartsa Gunbu merupakan jamur di Dataran Tinggi Tibet yang dianggap sebagai 'parasit' paling mahal di dunia.

The Caravan
Jamur Yartsa Gunbu 

TRIBUNBATAM.id, TIBET- Jamur diketahui merupakan jenis makanan yang biasa digunakan sebagai pelengkap dalam memasak.

Walaupun tidak semua jamur dapat dimakan karena ada pula yang beracun dan justru berbahaya bagi tubuh.

Harga jamur juga beragam dari yang paling murah hingga mahal. Yartsa Gunbu merupakan jamur di Dataran Tinggi Tibet yang dianggap sebagai 'parasit' paling mahal di dunia.

Mengapa Yartsa Gunbu disebut parasit termahal di dunia?

Dikutip TribunTravel dari laman Odditycentral, harga Yartsa Gunbu mencapai 50 ribu dolar per pon atau sekitar Rp 74 jutaan.

Jamur Yartsa Gunbu atau Ophiocordyceps sinensis hanya ditemukan di Dataran Tinggi Tibet dan memiliki proses pertumbuhan yang unik.

Resep Bakso Goreng Jamur Enak, Cemilan Nikmat untuk Si Kecil Saat Libur Lebaran

Umumnya Dipicu Jamur, Begini Cara Mengatasi Gatal di Area Selangkangan Alias Tinea Cruris

Jamur ini hidup dengan menyerang ulat dari jenis ngengat, serangga berwarna pucat besar yang biasa hinggap di atas padang rumput saat senja.

Setelah ulat terinfeksi, jamur ini mengubur diri di dalam tanah dan memakan akar tanaman untuk hibernasi.

Ketika musim dingin, mereka membeku.

Setelah salju mulai mencair, Yartsa Gunbu kembali aktif dan tumbuh ke atas permukaan tanah.

YouTube
YouTube

Jamur Yartsa Gunbu hidup dengan mengisi tubuh ulat yang mati (menyisakan kulit luar) lalu tumbuh ke permukaan seperti tangkai yang dipenuhi tanaman berspora yang menembus tanah.

Halaman
123
Editor: Anne Maria
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved