Kamis, 30 April 2026

TRIBUN WIKI

Kenali Gejala dan Risiko Gejala Nyeri Saat Menstruasi pada Wanita

Pada sebagian wanita dismenore dapat bersifat ringan, namun pada sebagian lain, dismenore bisa berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tayang: | Diperbarui:
KOMPAS.COM
Ilustrasi menstruasi pada wanita - Kenali risiko nyeri haid atau dismenore. 

Jika jaringan otot ini mengalami kekurangan oksigen akibat kekurangan suplai darah, keluhan nyeri dapat timbul.

2. Dismenore Sekunder

Penyebab disemnore jenis ini ada pada patologi organ reproduksi.

Berbagai keadaan yang dapat menimbulkan keluhan dismenore sekunder, yaitu:

- Endometriosis

- Pelvic Inflammatory Disease (PID)/penyakit radang panggul

- Kista atau tumor pada ovarium

- Pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)

- Transverse vaginal septum

- Pelvic congestion syndrome

- Allen-Masters syndrome

- Stenosis atau sumbatan pada serviks

- Adenomiosis

- Fibroid

- Polip rahim

- Perlengketan pada bagian dalam rahim

- Malformasi kongenital (bicornuate uterus, subseptate uterus, dan sebagainya) 

Faktor Risiko

Setiap wanita dapat mengembangkan nyeri haid atau dismenore, namun berikut beberapa kebiasaan dan kondisi yang mungkin berisiko lebih tinggi:

- Wanita berusia di bawah 30 tahun

- Wanita yang belum pernah melahirkan

- Wanita yang memiliki riwayat nyeri haid dalam keluarga

- Wanita yang merokok

- Wanita yang minum alkohol selama periode (alkohol cenderung memperpanjang nyeri haid)

- Wanita yang kelebihan berat badan (obesitas)

- Wanita yang memulai haid sebelum usia 11 tahun

- Wanita yang mengalami perdarahan berat atau tidak normal selama menstruasi

- Wanita yang mengalami perdarahan menstruasi yang tidak teratur

Diagnosis

Guna mendiagnosis dismenore, dokter akan mengevaluasi riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik dan panggul dengan lengkap.

Berikut beberapa tes lain yang mungkin dilakukan, termasuk:

1. Ultrasonografi (USG)

Tes ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menggambarkan organ internal.

2. Magnetic resonance imaging (MRI)

Tes MRI menggunakan magnet besar, frekuensi radio, dan komputer untuk membuat gambar secara rinci dari organ dan struktur di dalam tubuh.

3. Laparoskopi

Prosedur minor ini menggunakan laparoskop, adalah selang tipis yang disematkan lensa dan cahaya.

Alat ini dimasukkan ke dalam sayatan di dinding perut.

Laparoskop digunakan untuk melihat ke daerah panggul dan perut dan dokter biasanya dapat mendeteksi pertumbuhan yang abnormal.

4. Histeroskopi

Histeroskopi adalah pemeriksaan secara visual dari kanal serviks dan bagian dalam rahim.

Dokter menggunakan hysteroscope (alat pengamat) yang dimasukkan melalui vagina.(TribunBatam.id/Widi Wahyuning Tyas) (TribunnewsWiki.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Dismenore.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved