Kisah Haru Sopir Ambulans RSD Wisma Atlet Tak Pulang Rayakan Idul Fitri:  Bapak Lagi Ngurus Covid

Aris Munandar, pengemudi ambulans di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, hanya dapat menyapa keluargan lewat video call di Idul Fitri

Capture Youtube KompasTV
Aris Munandar, sopir ambulans RSD Covid-19 Wisma Atlet, tidak dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga di rumah, ditayangkan Sabtu (23/5/2020). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Selamat merayakan hari Idul Fitri 1441 Hijiriah bagi umat Islam semuanya, terkhusus di Indonesia.

Lebaran tahun ini mungkin sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya lantaran pandemi virus corona.

Hal tersebut dirasakan hampir seluruh masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Aris Munandar, seorang pengemudi ambulans di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, hanya dapat menyapa keluarganya melalui video call saat Idul Fitri.

Ia tidak dapat bertatap muka dan bersilaturahmi secara langsung karena tengah menjalankan kewajiban tugas dalam masa pandemi Virus Corona.

Meskipun tidak dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga, Aris menyadari pekerjaannya saat ini sebagai panggilan tugas negara.

Tunaikan Salat Idul Fitri di Duta Mas Batam, Soerya Jaga Jarak, Pakai Masker dan Khotbah Singkat

Tragis Cemburu Berujung Kematian, Pacar Bunuh Kekasihnya dan Mayatnya Dibuang ke Jurang

Pasien dengan status virus corona yang sempat dirawat di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia. Jenazah diantar dengan ambulans RSDH, menuju kediaman di kawasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). Para petugas tampak mengenakan alat pelindung diri khusus. Sementara, jenazah diletakkan di dalam kantong jenazah bewarna oranye.
Pasien dengan status virus corona yang sempat dirawat di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia. Jenazah diantar dengan ambulans RSDH, menuju kediaman di kawasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). Para petugas tampak mengenakan alat pelindung diri khusus. Sementara, jenazah diletakkan di dalam kantong jenazah bewarna oranye. (KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA)

Selain itu, para tenaga medis di Wisma Atlet juga harus menjalani isolasi dan tidak dapat bertemu keluarganya.

Dikutip TribunWow.com, hal itu tampak dalam tayangan Kompas TV, Sabtu (23/5/2020).

Ia tampak mengenakan seragam.

Aris tengah menelepon keluarganya melalui video call.

Raut senyum tergambar di wajahnya saat dapat menyampaikan kerinduan dengan keluarganya di rumah.

"Gimana kabarnya?" tanya Aris Munandar.

Pelatih Persib Usulkan Kompetisi Liga 1 Dilanjutkan Bulan Agustus, Sebut Banyak Keuntungannya

Arti Kedutan di Jempol Kaki Kanan, Jarang Terjadi namun Identik dengan 4 Pertanda Baik

Ia kemudian menyampaikan mohon maaf lahir dan batin kepada sanak saudaranya.

"Minal aidin wal faidzin, Sayang. Mohon maaf lahir batin," katanya.

"Maafin Bapak selama ini kalau punya salah," lanjut Aris.

Tidak hanya itu, ia juga minta maaf karena tidak dapat merayakan momen Idul Fitri bersama keluarga di rumah.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved