HUMAN INTEREST
Tekong Boat Pancung Belakang Padang Panen Rezeki Selama Idul Fitri, Berharap Corona Segera Berakhir
Idul Fitri 1441 H menjadi momen bagi dia dan rekan-rekannya untuk membalas kepedihan saat pandemi virus Corona di Kota Batam
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id,BATAM - Raut wajah Lanael (58) dan Astian (45) tampak sumringah. Mereka dengan semangatnya mengemudikan boat pancung menuju Pulau Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepri.
Dibawah terik mentari, aktivitas para tekong boat pancung itu begitu sibuk. Tidak hanya Lanael dan Astina, beberapa tekong lainnya terlihat sibuk seperti mereka berdua.
Idul Fitri 1441 H menjadi momen bagi mereka untuk mengais rezeki.
"Alhamdulillah lumayan lah, bisa buat beli kebutuhan anak dan istri di rumah," ujar Lanael kepada TribunBatam.id.
Wajah Lanael memang tak lagi muda, keriput di dahinya sudah tampak. Namun dengan penuh semangat bekerja seakan terlihat muda.
"Pagi ini sudah 3 trip, sehari kalau dua hari terakhir ini bisa sampai 10 trip," kata Lanael.
Menurut Lanael, masa Idul Fitri 1441 H menjadi momen bagi dia dan rekan-rekannya untuk membalas kepedihan saat pandemi virus Corona.
"Corona hampir melumpuhkan sumber ekonomi kami sebagai tekong kapal. Kemarin kapal saya bisa berlayar satu kali dua hari. Bahkan satu kali sehari. Tidak tahu lah nanti habis lebaran kembali lagi seperti itu, semoga tidak," sebutnya.
Selama 22 tahun menggeluti boat pancung sebagai tekong, menurut Lanael masa pendemi Covid-19 menjadi masa-masa sulit mengais rezeki bagi mereka.
"Gimana tidak sulit, penumpang gak ada, kapal gak jalan, gak dapat duit dong. Sehari dapat Rp100 ribu dah syukur," cetusnya.
• Pendaftaran Dibuka 10 Juni 2020, Simak Syarat PPDB Kota Batam Secara Online
• Orangtua Perlu Mengajak Bermain, Ikuti Cara Ampuh Ini Agar Anak Bisa Cepat Berjalan
Tidak hanya Lanael, tekong boat pancung Astian juga merasakan hal yang sama.
"Ayo bapak, ibu hati hati, kita ke Belakang Padang," ujar Astian kepada penumpang yang memasuki kapal pompong.
Kepada TribunBatam.id, Astian mengaku dua hari terakhir dapat memperoleh keuntungan dari membawa kapal pompong hingga jutaan Rupiah.
"Lumayan lah, Idul Fitri membawa rezeki walau ada virus Corona. Saya bisa 10 trip sehari saat ini. Bisalah nutupi kebutuhan anak dan istri serta bayar cicilan," sebut warga Tanjung Riau itu.
Aktivitas di pelabuhan pancung Sekupang Kota Batam itu dipadati penumpang sejak pagi. Warga bergantian berangkat dan datang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kisah-tekong-kapal-pompong-di-pelabuhan-pancung-sekupang.jpg)